Memahami Apa itu ROAS dan Bagaimana Cara Menghitungnya

apa itu roas

Masih banyak yang belum mengetahui apa itu ROAS dan bagaimana cara menghitungnya. Jika kamu termasuk yang belum tahu, maka tak mengapa, karena sebentar lagi kamu akan menemukan informasi tentang hal tersebut.

Apa itu ROAS?

Seperti yang sudah diinformasikan dalam judul artikel ini, ROAS adalah singkatan dari Return on Ad Spend, yaitu ratio antara omset penjualan yang berasal dari iklan (revenue from ads) dengan biaya iklan (cost of ads).

Cara menghitung ROAS adalah sebagai berikut:

Pertama-tama, hitung berapa omset penjualan yang dihasilkan dari iklan dalam kurun waktu tertentu, misalnya sebulan.

Lalu bagi dengan biaya iklan yang telah dikeluarkan oleh perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

Rumus menghitung ROAS: Omset / Biaya Iklan

Agar lebih jelas, saya berikan contoh berdasarkan pengalaman:

Di bulan Agustus 2019 lalu, ada seorang klien yang saya buatkan iklan dengan total biaya Rp 16.330.462 (cost of ads), dan hasilnya klien tersebut mendapat omset sebesar Rp 293.000.000 (revenue).

Mari kita hitung ROAS-nya.

Rp 293.000.000 : Rp 16.330.462 = 18

Jadi, ROAS-nya adalah 18. Artinya, dari Rp 1 yang digunakan untuk membayar iklan, perusahaan mendapatkan pengembalian sebesar Rp 18.

Apakah angka tersebut bagus?

Kriteria bagus tidak bagus adalah untung.

Jika, jika kamu memiliki usaha dan kamu beriklan, selama kamu mendapatkan omset yang lebih besar dari biaya iklan, dan omset tersebut bisa menutupi modal dan biaya operasional usaha, bahkan ada sisa yang bisa digunakan untuk menambah modal usaha, itu berarti kamu sudah untung dan itu bagus.

Manfaat Mengetahui ROAS

Berdasarkan pengalaman, manfaat mengetahui ROAS adalah ROAS bisa dijadikan sebagai KPI.

Berapa minimum ROAS yang harus dicapai agar perusahaan tetap untung? Silakan jawab, lalu jadikan angka tersebut sebagai KPI.

KPI tersebut nantinya bukan dibebankan ke advertiser, melainkan ke semua tim atau divisi dalam perusahaan yang turut berkontribusi dalam naik-turunnya penjualan.

Apakah Advertiser Harus Mengetahui ROAS?

Bagi perusahaan yang menjual produknya secara online dan sudah memasang Google Analytics sehingga omset tercatat di Google Analytics, maka digital advertiser bisa mengetahui ROAS.

Adapun digital advertiser yang bekerja di perusahaan yang penjualannya terjadi secara offline, tidak mudah mengetahui ROAS, karena harus meminta data omset terlebih ke atasan atau owner.

Nah, kembali ke pertanyaan, “Apakah digital advertiser harus menghitung ROAS?”

Menurut saya, harus.

Kenapa?

Agar digital advertiser paham sejauh mana kontribusi dia kepada perusahaan.

Dan juga agar si digital advertiser bisa lebih berhati-hati saat membuat iklan, sehingga bisa meminimalisir kesalahan dan meningkatkan kualitas iklannya dari waktu ke waktu.

Nah, jika kamu seorang digital advertiser dan ingin menghitung ROAS, maka kamu harus sampaikan ke atasanmu bahwa kamu mau tahu omset perusahaan.

Masalah omset ini bagi sebagian owner adalah hal yang cukup sensitif, karena ada sebagian owner yang tidak ingin karyawannya tahu berapa sebenarnya omset yang didapat perusahaan.

Walau demikian, jika kamu tidak diizinkan mengetahuinya, tidak mengapa. Adalah hak owner untuk menolak permintaan semacam itu.

Nah, jika demikian, fokuslah kepada hal-hal yang ada di dalam lingkaran kuasa kamu, misalnya ad copy, targeting, dan pengaturan teknis lainnya.

Tidak usah memusingkan hal-hal di luar kendali kamu.

Apakah Owner Harus Memberitahu Omset kepada Karyawan?

Saran saya: ya.

Demikian sekilas pembahasan tentang apa itu ROAS dan bagaimana cara menghitungnya.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Gambar Utama: Background photo created by freepik – www.freepik.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =