Modul 1.1: Panduan Belajar Facebook Ads untuk Pemula

September 14, 2017 by no comments

Modul 1.1 ini berisi panduan belajar Facebook Ads untuk pemula. Diharapkan, setelah membaca dan mempraktikkan materi dalam modul 1.1 ini, Anda bisa membuat iklan Facebook yang sederhana.

Setelah Anda bisa membuat iklan Facebook yang sederhana, maka langkah selanjutnya ialah Anda harus belajar bagaimana mengoptimasi iklan Anda, di mana itu akan Anda pelajari di modul 02 dan seterusnya.

Dua Hal yang bisa Membuat Orang Gagal dalam Belajar Facebook Ads

Sebelum mulai belajar Facebook Ads, perlu saya sampaikan bahwa ada dua hal yang berdasarkan pengalaman saya, bisa membuat orang gagal dalam belajar Facebook ads.

Apa saja kedua hal itu?

(1) Materi pelajaran yang ketinggalan zaman; (2) malas praktek.

Mari kita bahas kedua hal tersebut secara lebih rinci.

1. Materi Pelajaran yang Ketinggalan Zaman

Secara teknis, Facebook advertising sering mengalami update. Jadi, tutorial yang berlaku di tahun 2016, kemungkinan besar sudah tidak bisa diikuti lagi pada tahun ini. So, jika Anda belajar Facebook ads, pastikan materi yang Anda pelajari adalah materi yang terupdate.

Salah satu hal yang menjadi penyebab banyak orang kesulitan dalam belajar Facebook ads adalah karena mereka mempelajari materi Facebook ads yang tidak update.

2. Malas Praktek

Hanya membaca artikel, menonton video tutorial, tanpa melakukan praktek adalah kesia-siaan. Dan menurut saya, ini juga yang menyebabkan sebagian besar orang gagal dalam belajar Facebook ads.

Jika Anda berpikir hanya dengan membaca panduan ini, Anda bisa sukses dalam belajar Facebook ads, mohon segera tutup browser Anda dan silakan kerjakan aktivitas lain yang lebih bermanfaat.

Oke, dua hal yang bisa menyebabkan orang gagal dalam belajar Facebook ads sudah saya sampaikan kepada Anda. Mohon hindari dua hal tersebut, supaya Anda bisa berhasil dalam belajar Facebook ads.

Untuk poin pertama, saya bisa pastikan, bahwa saat panduan ini ditulis di bulan Agustus 2017, panduan ini update dengan perkembangan Facebook Advertising pada saat itu. Jika nanti pihak Facebook melakukan update, maka saya juga akan mengupdate materi dalam panduan ini. So, terhadap materi di dalam panduan ini, Anda tidak perlu khawatir.

Untuk poin kedua, nah ini masuk wilayah Anda. Saya tidak punya wewenang di sini. Saya hanya bisa menyampaikan, semakin sering praktek, Anda akan semakin ahli.

Ingat kata Vince Lombardi:

Practice does not make perfect.

Only perfect practice makes perfect.

Persiapan sebelum Beriklan di Facebook

Sebelum beriklan di Facebook, Anda harus melakukan tiga hal berikut:

  1. Buat fan page
  2. Optimasi fan page
  3. Memilih metode pembayaran yang akan Anda gunakan untuk beriklan di Facebook

1. Buat Fan Page

Sebelum beriklan di Facebook, Anda diharuskan membuat fan page terlebih dahulu.

Apa itu fan page?

Fan page adalah halaman Facebook (Facebook page) milik organisasi, perusahaan, individu terkenal seperti artis atau tokoh politik, di mana halaman tersebut menjadi wujud representasi mereka di Facebook.

Cara Membuat fan page sangat mudah.

Pertama-tama, kunjungi halaman Create a Page, lalu tentukan tipenya. Jika Anda ingin membuat fan page untuk bisnis Anda, pilihlah tipe “Local Business or Place” atau “Company, Organization, or Institution”; jika ingin membuat fan page yang mewakili merek atau produk Anda, silakan pilih tipe “Brand or Product”.

Setelah menentukan tipe fan page, silakan ikuti langkah berikutnya hingga fan page Anda jadi.

Oh ya, satu hal yang saya tekankan di sini ialah buatlah nama yang singkat untuk fan page Anda, agar pengguna Facebook mudah mengingat produk atau bisnis Anda.

Charles Hearn dalam artikelnya yang berjudul “5 SEO Tips For Your FB Fan Page“, memberikan tips bahwa dalam menentukan nama fan page, hendaknya yang dipilih adalah nama yang sederhana, unik, dan menarik (simple, unique, and catchy).

2. Optimasi Fan Page

Setelah membuat fan page, langkah selanjutnya adalah mengoptimasinya.

Maksud dari optimasi di sini ialah melakukan sejumlah tindakan tertentu agar fan page bisa membantu Anda dalam mencapai target secara maksimal.

Apa tujuan Anda membuat fan page?

Agar bisa beriklan di Facebook.

Apa tujuan Anda beriklan di Facebook?

Untuk memasarkan atau menjual produk saya ke calon pembeli yang aktif menggunakan Facebook.

Untuk apa Anda memasarkan atau menjual produk?

Agar orang lain membeli produk saya dan saya pun mendapatkan keuntungan karenanya.

Nah, optimasi fan page di sini artinya adalah melakukan sejumlah hal supaya calon pembeli tertarik melakukan pembelian.

Kira-kira, apa yang harus Anda lakukan agar calon pembeli tertarik membeli produk Anda?

Salah satunya ialah membuat produk tampak profesional dan terpercaya.

So, agar fan page yang Anda buat bisa membantu Anda dalam mencapai target, yaitu membuat target audiens tertarik membeli produk dari Anda, maka inilah beberapa hal yang harus Anda lakukan terhadap fan page Anda.

A. Pasang cover dan profile picture yang bagus dan sesuai dengan karakter produk atau bisnis Anda

Untuk memiliki cover dan profile picture fan page yang bagus, saya sarankan Anda menggunakan desainer grafis profesional.

Hasil pekerjaan desainer grafis profesional sangat jauh berbeda dengan hasil pekerjaan desainer grafis pemula.

Jangan pelit mengeluarkan dana lebih untuk membayar jasa desain. Uang yang Anda keluarkan akan terasa sedikit jika Anda membandingkan dengan hasil yang Anda dapatkan.

Berikut adalah contoh cover dan profile picture fan page yang bagus menurut saya.

cover fan page Tokopedia

Kenapa bagus? Karena desainnya membuat nyaman orang yang melihatnya, baik ketika dilihat melalui desktop maupun mobile.

Kebanyakan fan page bagus hanya ketika dilihat via desktop, tapi saat dilihat via mobile.

Coba deh buka fan page Tokopedia melalui aplikasi Facebook Anda, lalu bandingkan dengan fan page marketplace sejenis Tokopedia. Niscaya Anda akan melihat bahwa fan page Tokopedia lebih bagus saat dilihat via mobile bila dibandingkan fan page marketplace lain saat dibuka via mobile.

Oh ya, artikel ini ditulis pada 23 Agustus 2017, jadi soal lebih bagusnya tampilan fan page Tokopedia dibandingkan dengan fan page lain berlaku pada hari ini. Pada hari-hari berikutnya bisa jadi tampilan fan page lain lebih unggul dibandingkan tampilan fan page Tokopedia.

Jadi, prinsip utama dalam membuat cover dan profile picture fan page adalah:

  1. Tampilannya harus bagus saat dilihat via desktop maupun mobile;
  2. Serahkan pekerjaan membuat cover dan profile picture fan page hanya ke desainer grafis profesional.

B. Atur bagian “Preferred Page Audience” dan sesuaikan dengan buyer persona dari produk atau bisnis Anda

Preferred Page Audience adalah menu untuk memberitahukan ke Facebook bahwa fan page ini ditujukan untuk orang-orang dengan buyer persona tertentu.

Apa itu buyer persona?

HubSpot, perusahaan marketing yang terkenal dengan teknik inbound marketingnya ini, mendefinisikan buyer persona sebagai wujud pelanggan ideal yang dirumuskan berdasarkan penelitian pasar dan data faktual dari pelanggan yang sudah ada.

Nah, dengan mengatur bagian Preferred Page Audience, ketika ada pengguna Facebook yang melakukan pencarian, maka pihak Facebook akan memilih menampilkan fan page Anda ke mereka yang kriterianya sesuai dengan buyer persona dari produk atau bisnis Anda.

Di bagian “Preferred Page Audience” terdapat lima bagian yang bisa Anda atur.

Di bagian “Locations”, pilih lokasi di mana target audiens Andaa tinggal.

Di bagian “Age”, pilih rentang usia target audiens kAnda.

Di bagian “Gender”, pilih yang merupakan jenis kelamin dari target audiens Anda. Jika target audiensnya adalah perempuan, pilih “Women”; jika pria, pilih “Men”; jika produk yang Anda jual digunakan oleh pria dan wanita, maka pilihlah “All”.

Di bagian “Interests”, tentukan interests dari target audiens Anda.

Terakhir, bagian “Languages”, pilihlah bahasa yang digunakan oleh target audiens Anda.

Di bawah ini adalah contoh “Preferred Page Audience” dari sebuah fan page yang saya kelola.

preferred page audience salah satu Facebook page yang saya kelola
Preferred page audience salah satu fan page yang saya kelola

Tebak, berdasarkan preferred page audience di atas, fan page yang saya kelola bergerak di bidang apa? 🙂

C. Lengkapi bagian “About”

Saat membuat fan page pertama kali, bagian “About” pasti kosong. Supaya target audiens Anda memahami siapa Anda, isilah bagian “About” selengkapnya.

Di bagian “About” terdapat enam tab yang bisa Anda isi, yaitu:

  1. General
  2. Business Info
  3. Contact Info
  4. More Info
  5. Story
  6. Team Members

Di bagian “General” terdapat tiga bagian yang perlu Anda isi: Category, Name, dan Username.

Pada bagian “Category”, isilah dengan kategori dari fan page Anda. Pada bagian “Name”, setelah Anda membuat fan page, biasanya “Name” sudah terisi otomatis dengan nama fan page yang telah Anda buat sebelumnya. Pada bagian “Username”, tentukan dengan username dari fan page Anda.

Di bagian “Business Info” terdapat tiga bagian yang bisa Anda edit: Start date, Business types, dan Mission.

Untuk mulai melengkapi bagian “Business Info”, silakan lakukan beberapa langkah berikut.

  1. Klik “Edit Start date” lalu pilih jenis tahunnya (apakah tahun pendirian perusahaan, tahun dimulainya bisnis, tahun dibukanya toko, dll), selanjutnya sesuaikan tahun, bulan, dan tanggal sesuai dengan jenis tahun yang Anda pilih sebelumnya.
  2. Klik “Edit business types” lalu pilih tipe bisnis Anda. Jika bisnis Anda mengirim barang atau menyediakan layanan di lokasi di mana pelanggan berada, centang “My business delivers goods or provides services at my customers’ locations”; jika bisnis Anda menjual produk atau jasa secara online, centanglah “My business sells good or services online”; jika Anda menjual produk atau jasa dan untuk pembeliannya, pembeli sendiri yang mendatangi tempat Anda, maka centang “Customers visit my business at my business address; jika fan page yang Anda bangun adalah representasi dari sebuah perusahaan, maka centang “This page represents a corporate office or headquarters”.
  3. Klik “Edit Mission” lalu isi kolom yang tersedia dengan misi dari bisnis Anda.

Oke, sekarang kita berlanjut ke bagian “Contact Info”.

Di bagian ini, silakan isi kolom yang tersedia dengan nomor telepon, email, dan website. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan akun media sosial bisnis Anda.

Setelah “Contact Info”, kita beralih ke “More Info”.

Di bagian ini terdapat beberapa bagian, yaitu About, Impressum (pilihan), Company Overview, Founding date, Awards, Products, Menu, dan Privacy Policy.

Untuk mulai melengkapi bagian “More Info”, silakan lakukan beberapa langkah berikut.

  1. Klik “Edit About” lalu masukkan deskripsi singkat tentang fan page Anda. Deskripsi yang Anda masukkan maksimal berjumlah 255 karakter.
  2. Klik “Edit Company Overview” lalu masukkan ikhtisar tentang perusahaan Anda.
  3. Klik “Edit Founding date” lalu masukkan tanggal berdirinya perusahaan Anda.
  4. Klik “Edit Awards” lalu masukkan penghargaan apa saja yang pernah Anda dapatkan.
  5. Klik “Edit Products” lalu masukkan produk apa saja yang Anda jual.
  6. Bagian “Add Menu” tidak perlu diisi kecuali fan page adalah representasi dari restoran atau rumah makan.
  7. Klik “Edit Privacy Policy” lalu masukkan URL dari halaman Privacy Policy dalam website Anda.

Selanjutnya yuk berlanjut ke Story. Di bagian ini, ceritakan perjalanan bisnis Anda.

Di bagian “Team Members”, klik “Add yourself as a team member” jika Anda mau.

Oh ya, selain hal di atas, Anda juga bisa menambahkan jam kerja dan lokasi bisnis Anda.

Penjelasan tak kan lengkap tanpa contoh. Berikut saya cantumkan beberapa contoh bagian “About” dari beberapa fan page terkenal.

fan page tokopedia
Bagian About pada Fan Page Tokopedia
fan page bukalapak
Bagian About pada Fan Page Bukalapak
fan page ralali
Bagian About pada Fan Page Ralali

D. Atur Bagian Penting Lainnya

Selain ketiga hal penting yang sudah kita singgung sebelumnya, ada beberapa hal lainnya yang penting untuk diatur, seperti menghubungkan fan page dengan akun Instagram (tidak perlu jika bisnis Anda tidak memiliki akun Instagram), memilih template yang cocok, mengatur urutan tab di fan page dan mengatur tampil-tidaknya tab-tab tersebut (tergantung selera Anda), dll.

Tulisan ini sudah lebih 1.500 karakter, tapi perjalanan masih sangat panjang. Tetap semangat, ya. Yuk lanjut lagi belajar Facebook Ads nya!

3. Memilih Metode Pembayaran yang akan Anda Gunakan untuk Beriklan di Facebook

Setelah membuat fan page dan mengoptimasinya, langkah selanjutnya ialah memilih metode pembayaran.

Tersedia tiga metode pembayaran yang bisa Anda pilih, yaitu kartu kartu kredit atau debit, kupon iklan Facebook, dan bank transfer.

Untuk memilih metode pembayaran, silakan ikuti langkah di bawah ini.

  1. Buka Facebook Ads Manager Anda (www.facebook.com/ads/manager)
  2. Lihat bagian kiri bawah, lalu klik tombol “Close”.
  3. Lihat bagian kiri atas, klik > Ads Manager > Billing & Payment Methods > Add Payment Method.
  4. Di halaman “Select a Payment Method” pilih metode pembayaran apa yang akan Anda gunakan.
  5. Jika Anda memilih menggunakan kartu kredit atau debit sebagai metode pembayaran Anda, pilih “Credit or Debit Card” lalu masukkan nomor kartu, tanggal kadaluarsa, dan kode keamanan.
  6. Jika Anda memiliki kupon dari Facebook, pilih “Facebook Ad Coupon”, klik tombol “Continue”, masukkan kode kupon, lalu klik “Apply”.
  7. Jika Anda memilih menggunakan ATM dan transfer bank sebagai metode pembayaran, pilih “ATM dan Bank Transfer”, klik tombol “Continue”, baca informasi berikutnya dari Facebook, klik tombol “Continue” kembali, tentukan berapa banyak uang yang ingin Anda transfer, lalu klik tombol “Review Payment”. Uang yang Anda transferkan akan menjadi saldo yang tersimpan di akun iklan milik Anda. Saldo tersebut bisa Anda lihat pada bagian “Current Balance” di halaman billing.

Tipe Iklan Facebook

Jika Anda sempat belajar Facebook ads dari para mastah, baik dengan mengikuti update status di akun Facebook personal mereka, atau join channel Telegram mereka, pasti Anda mendapati ada satu jenis iklan yang paling sering disebut, yaitu PPE atau PE.

PPE singkatan dari Post Page Engagament; PE singkatan dari Post Engagement. Kedua istilah ini sebenarnya merujuk kepada jenis iklan yang sama.

Pertanyaannya: apakah jenis iklan Facebook hanya itu saja? Tidak. Selain tipe Post Engagement, ada beberapa lagi tipe iklan Facebook lainnya.

Izinkan saya mengenalkannya kepada Anda.

tipe iklan dalam Facebook Advertising
Tipe Iklan Facebook
Tipe Iklan Tujuan Saran Penggunaan
Brand Awareness Untuk meningkatkan awareness suatu brand dengan cara menampilkan iklan kepada orang-orang yang kemungkinan besar memiliki ketertarikan terhadap brand tersebut. Gunakan iklan Brand Awareness ketika Anda memiliki brand, dan ingin target audiens Anda aware (sadar) terhadap brand tersebut.
Reach Untuk menampilkan iklan ke sebanyak-banyaknya orang. Army Alghifari, seorang pakar Facebook Advertising, memberi saran: gunakanlah Reach ketika Anda sudah betul-betul mengenal audiens Anda, dan sudah membangun kedekatan, sehingga iklan Anda ditunggu-tunggu oleh mereka.
Traffic Untuk meningkatkan pengunjung suatu lokasi, baik yang ada di dalam maupun di luar platform Facebook, seperti halaman website, aplikasi, dan Messenger. Gunakan iklan Traffic jika Anda ingin meningkatkan pengunjung website, aplikasi, dan Messenger Anda.
Engagement Untuk membuat target audiens berpartisipasi (engage) dengan iklan Anda. Partisipasi di sini bisa berbentuk mengikti event, berkomentar, menyukai dan membagikan postingan. Gunakan iklan Engagement jika Anda ingin meningkatkan jumlah engagement, page likes, dan keikutsertaan event.
App installs Untuk meningkatkan jumlah orang yang menginstal aplikasi mobile Anda. Gunakan iklan App Installs untuk meningkatkan jumlah orang yang mengunjungi dan menginstal aplikasi mobile Anda.
Video views Untuk meningkatkan jumlah penonton video Anda. Gunakan iklan Video Views untuk meningkatkan jumlah penonton video Anda.
Lead Generation Untuk mendapatkan data leads, berupa nama, email, no hp, dll. Gunakan iklan Lead Generation untuk mendapatkan sejumlah data penting dari leads Anda.
Conversions Untuk meningkatkan jumlah orang yang mendaftar, tertarik membeli produk, melakukan pembelian, dan aktivitas-aktivitas lainnya di website atau aplikasi Anda. Gunakan iklan Conversions untuk meningkatkan jumlah aksi (semisal pendaftaran dan pembelian) yang terjadi di website atau aplikasi Anda.
Product catalog sales Untuk mengingatkan pengunjung website tentang produk yang pernah mereka kunjungi, lihat, dan hampir beli, agar jumlah penjualan menjadi meningkat. Gunakan iklan Product Catalog Sales untuk melakukan retargeting dan meningkatkan penjualan Anda.
Store visits Untuk meningkatkan pengunjung toko fisik Anda. Gunakan iklan Store Visits ketika pengunjung toko fisik Anda menurun dan Anda ingin meningkatannya.

Struktur Iklan Facebook

Ad Campaign Structure
Image source: thenextad.com

Iklan Facebook terdiri dari tiga struktur: campaign, ad set, dan ad.

Campaign adalah tempat untuk menentukan apa tujuan dari iklan yang akan kita buat.

Ad set adalah tempat untuk menentukan siapa yang akan menonton iklan, biaya penayangan iklan, lokasi penayangan iklan, dan waktu penayangan iklan.

Ad adalah tempat untuk menentukan atau membuat konten iklan.

Tahapan Membuat Iklan Facebook

Setelah memiliki pengetahuan dasar, membuat fan page dan mensetting metode pembayaran, maka langkah berikutnya yang harus Anda lakukan ialah membuat iklan Facebook itu sendiri.

Ikuti tahapan-tahapan berikut ini.

  1. Menentukan campaign
  2. Mengisi ad set
  3. Membuat ad.
  4. Menjalankan iklan.

1. Menentukan Campaign

  1. Kunjungi facebook.com/ads/manager.
  2. Klik “Create Campaign”.
  3. Pilih tipe iklan yang Anda inginkan (Tips: dalam memilih tipe iklan, sesuaikan dengan tujuan Anda).
  4. Tulis nama campaign Anda di kolom “Campaign Name”.
  5. Klik “Continue”.

2. Mengisi Ad set

  1. Di bagian “Ad Set Name”, tulis nama Ad set Anda.
  2. Di bagian “Custom Audiences”, biarkan apa adanya.
  3. Di bagian “Locations”, isi dengan lokasi dari target audiens Anda.
  4. Di bagian “Age”, isi dengan rentang usia dari target audiens Anda.
  5. Di bagian “Gender”, pilih jenis kelamin dari target audiens Anda.
  6. Di bagian “Languages”, pilih bahasa yang digunakan oleh target audiens Anda.
  7. Di bagian “Detailed Targeting”, isi dengan demografi, minat, dan perilaku dari target audiens Anda.
  8. Bagian “Connections” dibiarkan saja, tidak perlu Anda otak-atik.
  9. Di bagian “Placements”, tentukan iklan Anda mau ditayangkan di mana.
  10. Di bagian “Budget & Schedule”, tentukan berapa uang yang Anda bersedia keluarkan untuk iklan, dan tentukan pula kapan iklan Anda mulai tayang dan kapan berakhirnya (Tips: untuk pemula, pilih saja “Run my ad set continuously starting today).
  11. Di bagian “Optimization for Ad Delivery”, biarkan apa adanya.
  12. Di bagian “Bid Amount”, centang “Automatic”.
  13. Di bagian “Ad Schedulling”, biarkan apa adanya.
  14. Di bagian “Delivery Type”, biarkan apa adanya.
  15. Klik tombol “Continue”.

3. Membuat Ad

  1. Di bagian “Ad Name”, tulis nama Ad Anda.
  2. Pilih “Create New Ad”.
  3. Di bagian “Pages – Connect Facebook Page” pastikan fan page yang telah Anda buat muncul di sana.
  4. Di bagian “Instagram Account”, biarkan apa adanya.
  5. Di bagian “Format”, pilih “Single Image”.
  6. Di bagian “Fullscreen Experience”, biarkan apa adanya.
  7. Di bagian “Images”, klik tombol “Browse Library”, lalu pilih “Stock Images” untuk memilih gambar yang tersedia gratis untuk Anda; atau pilih “Upload Images” untuk mengupload gambar dari komputer Anda. Setelah itu, klik tombol “Done”.
  8. Di bagian “Text”, ketik teks yang Anda inginkan. Teks yang Anda tulis akan terlihat preview-nya di sebelah kanan.
  9. Di bagian “Call To Action”, sesuaikan dengan iklan Anda.
  10. Di bagian “Advanced Options”, biarkan apa adanya.
  11. Klik tombol “Confirm”. Apabila tidak ada error, maka iklan Anda akan direview oleh Facebook untuk diperiksa, apakah melanggar syarat dan ketentuan layanan periklanan Facebook atau tidak. Jika tidak ada yang dilanggar, pihak Facebook akan menyetujui (approve) iklan Anda untuk tayang. Jika ada yang dilanggar, pihak Facebook akan menolak (disapprove) iklan Anda dan Anda diminta untuk memperbaikinya.

Penutup

Sampai sini, Anda telah berhasil belajar Facebook Ads dengan cara yang sederhana. Di tahapan ini, Anda telah mengetahui bagaimana membuat iklan Facebook yang sederhana, mulai dari awal sampai iklan tersebut tayang.

Langkah berikutnya yang harus Anda lakukan ialah memperbanyak praktik, sehingga Anda hapal di luar kepala bagaimana membuat iklan Facebook.

Setelah itu, silakan pelajari materi berikutnya, agar Anda paham bagaimana melakukan optimasi terhadap iklan Facebook Anda.