Modul 4.1: Optimasi Landing Page

September 18, 2017 by no comments

Landing page adalah halaman yang pertama kali dikunjungi oleh orang setelah mengklik suatu link.

Landing page bisa berupa artikel atau halaman khusus yang menjelaskan suatu produk sekaligus merayu pengunjung agar mau membeli produk tersebut.

Landing Page
Image source: erelevancecorp.com

Untuk meningkatkan penjualan dengan menggunakan Facebook Ads, landing page pun saya sarankan juga turut dioptimasi.

Apa saja hal dalam landing page yang perlu dioptimasi?

  1. Headline
  2. Foto produk
  3. Video produk
  4. Ilustrasi dan icon
  5. Jenis dan ukuran font
  6. Warna
  7. Deskripsi produk
  8. Harga
  9. Cara pemesanan
  10. Testimonial
  11. Kecepatan halaman saat diakses
  12. UI-UX
  13. Bahasa

Headline

Headline adalah kalimat yang paling menonjol dalam suatu landing page. Posisinya berada di awal, sehingga ketika target audiens berkunjung ke suatu landing page, maka yang dibaca pertama kali ialah headline.

Jika landing page berupa halaman produk seperti yang lazimnya dimiliki oleh website e-Commerce dan marketplace, maka headline adalah judul produk.

Agar landing page menarik target audiens untuk meneruskan membaca informasi yang ada di dalam landing page, headline haruslah menarik, terutama bagi target audiens.

Apa yang bisa membuat target audiens Anda tertarik? Itulah yang harus dimasukkan ke dalam headline.

Contoh? Ada banyak. Silakan cek judul produk-produk terlaris di Tokopedia, Bukalapak, dan marketplace lain jika ada, atau cek landing page dari produk-produk yang dipasarkan oleh suhu Dewa Eka Prayoga, Yudhis Adhi Nugroho, Nofi Bayu Darmawan, dan para mastah lainnya.

Foto Produk

Foto produk adalah salah satu elemen dalam landing page yang wajib dioptimasi.

Cara mengoptimasinya, jika sebelumnya Anda memajang foto produk ala kadarnya, maka dalam landing page Anda berikutnya, foto produknya haruslah bagus dan bisa membuat pengunjung paham tentang produk dan kegunaannya. Buatlah foto produk yang bisa membuat pengunjung paham bahwa problem yang ia hadapi akan hilang setelah menggunakan produk tersebut.

Berikut adalah petunjuk bagi Anda untuk membuat foto produk yang baik.

Foto produk haruslah membuat target audiens cepat memahami tentang produk dan kegunaannya.

Foto produk haruslah membuat target audiens merasa, kalau ia memakai produk tersebut, maka ia akan terlihat keren dibandingkan jika tidak memakainya.

Foto produk haruslah membuat target audiens merasa, bahwa produk tersebut adalah salah satu solusi bagi permasalahannya.

Contohnya? Jika Anda memiliki akun Tokopedia dan Bukalapak dan sering melakukan transaksi, maka cek daftar transaksi Anda, dan lihat apa saja produk yang telah Anda beli, lalu lihat foto produk dari halaman produk yang menjadi tempat di mana Anda melakukan pembelian.

Selain Tokopedia dan Bukalapak, foto produk dalam landing page yang dibuat para mastah juga saya rekomendasikan untuk Anda pelajari, karena mereka tidak sembarangan dalam memasukkan foto produk ke dalam landing page mereka.

Bagaimana membuat foto produk yang profesional?

Saya tidak tahu. Jika Anda memiliki budget lebih, serahkanlah urusan ini ke fotografer profesional, atau jika Anda memiliki waktu, pelajarilah bagaimana menghasilkan foto produk dengan kualitas yang baik.

Video Produk

Video Produk
Image source: flaticon.com

Jika Anda memiliki kesempatan untuk memasukkan video ke dalam landing page Anda, masukkanlah. Karena video memiliki kesempatan untuk mempengaruhi calon pembeli lebih besar dibandingkan dengan foto.

Walau demikian, video produk yang terpasang di landing page Anda janganlah hanya sekedar video, tetapi haruslah video yang dibuat secara profesional.

Jika produk Anda berupa produk digital seperti WordPress theme, software, atau aplikasi, Anda bisa membuat video produk dengan menggunakan software Camtasia dan menggunakan musik latar belakang premium dari AudioJungle, serta efek-efek keren dari VideoHive.

Bila produk Anda berupa produk fisik, Anda bisa membuat video produk dengan bantuan seorang videografer profesional atau menyewa vendor pembuat video.

Sebelum menandatangani kontrak dengan vendor pembuat video, pastikan vendor tersebut terbukti ahli dan memiliki kapasitas untuk menghasilkan video produk yang profesional.

Berapa budget untuk membuat video yang profesional? Setahu saya, biayanya mencapai puluhan sampai ratusan juta. Puluhan juta jika video yang dibuat adalah video yang sederhana, tapi jika menggunakan 3D dan menggunakan musik serta penyanyi khusus, biaya yang dibutuhkan mendekati angka Rp 100 juta bahkan lebih (pada pertengahan 2017 saya pernah dapat dengan vendor yang membuat video untuk perusahaan-perusahaan besar sekelas BUMN dan Bank BCA, dan vendor tersebut menyebutkan angka ini).

Ilustrasi dan Icon

icon
Image source: iconsparadise.com

Ilustrasi dan icon berbeda dengan foto dan video produk yang telah kita bahas di atas. Ilustrasi dan icon di sini bersifat sebagai pemanis saja, agar landing page kita makin enak dilihat sekaligus memudahkan kita dalam menyampaikan maksud kepada calon pembeli.

Jika Anda seorang designer, buatlah ilustrasi dan icon yang pas dengan desain landing page Anda secara keseluruhan.

Jika Anda bukan seorang desainer, gunakanlah ilustrasi dan icon yang terdapat di situs-situs terkenal seperti Flaticon, IconFinder, dan Freepik. Jika ada ilustrasi dan icon yang Anda sukai tapi itu berbayar, bayarlah!

Jenis dan Ukuran Font

Font
Image source: flaticon.com

Font tidak bisa dianggap remeh. Salah dalam menggunakan jenis font atau keliru dalam mengkombinasikan font bisa membuat landing page tidak nyaman dilihat, dan akibatnya calon pembeli Anda ogah memahami produk Anda secara lebih mendalam.

Saya pribadi, bukan seorang yang mengerti jenis-jenis font. Oleh karena itu, saya berpatokan pada, jika suatu font nyaman dilihat dan dibaca, maka akan saya gunakan font tersebut.

Untuk membantu Anda dalam memahami seperti apa jenis font yang bagus itu dan bagaimana mengkombinasikan font dalam landing page agar tampak serasi dan menarikan, berikut saya rekomendasikan beberapa materi untuk dipelajari.

Selain mempelajari beberapa materi di atas, saya juga menyarankan Anda untuk mempelajari jenis font dan ukuran font yang digunakan oleh ecommerce dan marketplace besar seperti Tokopedia, Bukalapak, dll.

Caranya, pertama-tama, instal extention WhatFont di Google Chrome Anda.

Setelah WhatFont terinstal, buka website ecommerce atau marketplace yang Anda ingin ketahui jenis font-nya.

Setelah website terbuka, klik logo WhatFont yang terletak di sebelah kanan atas browser Anda, lalu arahkan ke huruf yang Anda ingin ketahui jenis dan ukuran font-nya.

WhatFont
Mengecek jenis dan ukuran font Tokopedia dengan WhatFont

 

Warna

Warna dalam landing page perlu dioptimasi, agar nyaman dilihat oleh calon pembeli produk Anda.

Saya pribadi, lagi-lagi, bukan seorang yang mengerti warna. Oleh karena itu, prinsip saya dalam soal warna ini, apa warna yang membuat saya dan calon pembeli saya nyaman saat mengunjungi landing page, maka itulah yang saya gunakan.

Nah, karena saya pribadi belum paham tentang paham tentang teori warna, maka saya menggunakan sebuah tools untuk membantu saya mengetahui warna apa yang digunakan oleh landing page yang saya sukai, sehingga ke depan saya bisa menggunakannya untuk landing page saya sendiri.

Tools yang dimaksud adalah ColorZilla. Ia adalah extention yang harus diinstal di Google Chrome, dan penggunaannya pun sama seperti WhatFont, yaitu buka landing page mana yang mau diketahui warnanya, lalu klik logo ColorZilla yang terletak di bagian kanan atas, lalu arahkan ke warna dalam landing page. Seketika, ColorZilla langsung menginformasikan apa warna yang digunakan dalam landing page tersebut.

Deskripsi Produk

Product Description
Image source: acelerartech.com

Deskripsi produk wajib dioptimasi. Jangan sampai calon pembeli tidak jadi membeli hanya gara-gara dia tidak paham tentang produk Anda.

Agar calon pembeli paham tentang produk Anda, pastikan deskripsi produk di landing page menjelaskan Anda tentang produk secara jelas, mulai dari sisi fitur hingga manfaatnya, mulai dari cara penggunaan hingga cara perawatan. Bila landing page berisi penawaran promo, pastikan deskripsi syarat dan ketentuan promo mudah dipahami oleh pembaca secara cepat.

Selain deskripsi tentang produk itu Anda sendiri, saya menyarankan kepada Anda untuk juga menjelaskan tentang kondisi produk tersebut apa adanya.

Jika produk yang dijual adalah original, katakan bahwa produk Anda original. Bila sebaliknya, katakan bahwa produk Anda adalah produk KW.

Kejujuran adalah hal yang sangat dihargai oleh calon pembeli. Walaupun calon pembeli tidak jadi membeli dari Anda, tapi yang jelas dia akan bersikap hormat kepada Anda. Dan itu adalah modal yang cukup untuk menjadikan dia calon pembeli di masa mendatang.

Harga

harga
Image source: flaticon.com

Pastikan harga produk yang ada di website Anda terkesan wajar. Jangan terlalu kemurahan agar tidak dicurigai sebagai penipuan, jangan terlalu kemahalan agar tidak terlalu melukai hati pembeli Anda begitu dia tahu harga produk yang sebenarnya.

Untuk masalah harga, saya pribadi menganjurkan agar Anda memasang harga sesuai harga pasaran. Jika pun Anda ingin memasang harga di atas harga pasaran, pastikan Anda memberikan nilai tambah (value) kepada pembeli produk Anda, entah itu berupa garansi paket pasti sampai, jaminan uang kembali 100% jika produk tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh penjual, ramah dalam pelayanan, cepat dalam merespons pertanyaan, dll.

Cara Pemesanan

Cara pemesanan juga harus dioptimasi, jangan sampai calon pembeli bingung harus melakukan apa ketika mereka sudah tertarik dengan produk Anda. Apakah harus menghubungi via WhatsApp, telepon, ataukah menekan tombol keranjang, pokoknya cara pemesanan produk di landing page Anda harus jelas.

Testimonial

Testimoni
Image source: flaticon.com

Testimonial, adalah sesuatu yang bisa menghilangkan keraguan dari calon pembeli yang ingin membeli produk Anda.

Testimonial wajib dioptimasi, dan caranya harus natural, tidak boleh dengan manipulasi.
Caranya, produk yang Anda jual harus berkualitas, begitu pun juga dengan layanan Anda terhadap pembeli. Dan setelah barang diterima pembeli dengan selamat, beberapa hari kemudian Anda sebaiknya meminta testimonial dari si pembeli tersebut.

Ajukan permintaan kepada pembeli sesopan dan sehalus mungkin…

“Jika Anda sudah menggunakan produk kami dan memiliki waktu luang, mohon kiranya berkenan untuk memberikan testimoni atas produk yang Anda beli tersebut dengan mengirimkan testimoni Anda kepada kami via email atau dengan menulis langsung di beranda media sosial Anda. Atas kesediaan Anda memberikan testimoni, kami ucapkan banyak terima kasih.”

Di atas adalah contoh permintaan yang sopan dan halus. Jika hubungan Anda dan pembeli sudah sangat dekat layaknya teman atau sahabat, Anda boleh menggunakan gaya bahasa yang lebih santai.

Nah, jika pemilik toko online yang menjual satu atau beberapa produk, maka produk-produk yang memiliki banyak testimoni bagus itulah yang diiklankan di Facebook.
Jika toko online yang Anda ingin tingkatkan penjualannya adalah marketplace, di mana marketplace tersebut menjual puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu produk dan penjualnya dari berbagai vendor, maka buatlah sistem seperti Tokopedia, di mana permintaan akan testimoni dan review sudah berjalan secara otomatis, dan tidak perlu lagi dikerjakan oleh manusia.

Kecepatan Halaman saat Diakses

Kecepatan halaman saat diakses itu penting dan wajib dioptimasi. Jangan sampai calon pembeli tidak jadi membeli gara-gara kesulitan saat ingin mengakses website Anda.

Mengenai bagaimana mengoptimasi halaman website agar cepat saat diakses, saya akan jelaskan di modul berikutnya.

UI-UX

UI-UX
Image source: careerfoundry.com

Mengenai hal ini, saya punya pengalaman khusus.

Ada sebuah marketplace, di mana di marketplace tersebut, total penjualan (website purchases conversion value) selama kurang lebih 5 bulan tidak lebih dari 500 juta.
Setelah saya bekerja di marketplace tersebut dan mulai melakukan optimasi, saya mendapati fakta bahwa penjualan selama ini hanya terjadi via desktop dan Android device, tapi tidak terjadi via IOS device (iPhone, iPad).

Saya menduga, ada masalah yang terjadi saat website diakses via IOS device.

Dan ternyata benar dugaan saya, yaitu ada masalah. Masalah tersebut berupa tombol “Lanjutkan Belanja” tertutup saat website dibuka oleh visitor yang menggunakan iPhone (IOS Device).

—mohon maaf, screenshot tombol “Lanjutkan Belanja” yang tertutup tersebut saya lupa simpan di mana—

Nah, akhirnya saya laporkanlah permasalahan UI-UX tersebut ke divisi terkait dan singkat cerita, problem tersebut berhasil diselesaikan.

Kasus lain…

Masih di marketplace yang sama.

Sebagai Facebook Advertiser, saya terbiasa mengecek iklan yang saya buat dengan menggunakan smartphone pribadi saya.

Nah, saat saya membuka iklan saya menggunakan smartphone saya tersebut, saya mendapati fakta bahwa tampilannya sudah oke, tapi ketika saya mengklik link yang terdapat pada iklan, terbukalah landing page dan sayangnya, banyak gambar (entah file png atau jpg) tidak muncul di landing page tersebut.

Saya cek lagi, apakah hal yang sama muncul saat saya membukanya via desktop. Ternyata tidak. Saat klik iklan, saya didirect ke landing page dan di landing page muncul semua gambar, tanpa masalah.

Akhirnya saya melaporkan temuan itu ke salah seorang programmer yang ada di marketplace tersebut, dan akhirnya ditemukan fakta sebagai berikut:

Gambar yang tidak muncul ternyata disimpan di hosting lain, selain di hosting tempat marketplace bersemayam (mohon maaf atas kurang baiknya bahasa saya. Maklum, saya bukan programmer dan basic saya bukan IT).

Hosting lain yang menjadi tempat disimpannya gambar, tidak menggunakan SSL (tidak https).

Singkat cerita, langkah yang ditempuh akhirnya ialah menyimpan gambar di hosting yang sama dengan hosting tempat website bersemayam. Akhirnya, gambar dalam landing page pun muncul saat iklan diklik melalui aplikasi Facebook dan Messenger.

Nah, dengan demikian, UI-UX ini juga wajib dioptimasi, karena bisa jadi, dialah biang keladi atas problem tidak meningkatnya penjualan selama ini.

Kunci untuk mengoptimasi UI-UX landing page adalah ketelitian. Kita tidak boleh merasa puas jika website kita tampil bagus saat dibuka iPhone, kita harus juga mengeceknya apakah tampil sama bagusnya saat dibuka via Android smartphone? Kita tidak boleh merasa bangga saat orang merasa nyaman saat bertransaksi via desktop, tapi kita juga harus memastikan apakah kenyamanan yang serupa juga dirasakan saat orang bertransaksi via aplikasi mobile.

Pokoknya, pastikan website Anda bagus saat dikunjungi dan nyaman dipakai berbelanja oleh target audience dengan menggunakan device favorit mereka.

Bahasa

Jangan menyepelekan kesalahan-kesalahan dalam berbahasa seperti typo, penggunaan kata tidak baku, dll.

Sebab, calon pembeli karakternya berbeda-beda, dan bagi calon pembeli yang memiliki karakter melankolis yang cenderung bersifat perfeksionis, kekeliruan penggunaan bahasa di dalam landing page akan membuat dia turun kepercayaannya kepada Anda.

Jika menemukan kekeliruan berbahasa dalam suatu landing, sang perfeksionis akan berkata dalam hatinya, “Hal kecil begini saja tidak becus kau urus, apalagi mengurus hal yang lebih besar dari ini? Ah, kau kurang profesional, aku jadinya beli di kompetitormu saja yang terbukti lebih profesional.”

Ingat, karakter calon pembeli berbeda-beda, pastikan landing page Anda dipersepsikan secara positif oleh calon pembeli dari semua karakter.

Penutup

Jenis-jenis landing page itu beragam, tergantung dari jenis bisnis itu sendiri. Pahami bisnis Anda, dan apa saja hal yang bisa membuat calon pembeli jadi membeli produk Anda. Apa pun yang bisa membuat calon pembeli jadi membeli, letakkanlah di dalam landing page Anda. Itu prinsip dalam mengoptimasi landing page.