Cara Memperbaiki Hubungan yang Renggang di bulan Ramadan

June 3, 2017 by no comments Posted in Learning English

Cara Memperbaiki Hubungan yang Renggang

Ramadan adalah bulan penuh berkah, sudah sepatutnya diisi dengan berbagai ibadah, baik yang wajib maupun sunah.

Untuk melaksanakan berbagai ibadah di bulan Ramadan, sebenarnya gampang, karena suasana bulan Ramadan sendiri memang mendukung untuk hal itu.

Namun, seringkali, melakukan berbagai ibadah di bulan Ramadan menjadi hal yang sulit. Berdasarkan pengalaman, salah satu hal yang menyebabkan hal itu adalah karena adanya kerenggangan di dalam hubungan antara diri kita dengan pasangan.

Contoh:

Sahur adalah hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan bagi mereka yang akan berpuasa di bulan Ramadan. Mereka yang melakukannya akan mendapatkan pahala dan keberkahan.

Namun, bagi suami-istri yang hubungannya sedang renggang, bisa jadi akan mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sahur.

Ketika istri bangun, dan ia masih merasa kesal dengan suami, maka ia cenderung akan memutuskan untuk menyantap hidangan sahur sendiri.

Begitu pula dengan suami, jika ia bangun lebih dahulu dari istri, maka ia cenderung akan memutuskan untuk melakukan aktivitas sahur sendiri.

Itu salah satu contoh dampak apabila suami-istri memiliki kerenggangan dalam hubungan di bulan Ramadan.

Kerugian nyata yang akan didapat oleh pasutri yang hubungannya renggang ialah satu sama lain tidak akan bisa memanfaatkan bulan Ramadan untuk beribadah dengan maksimal!

So, bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki hubungan yang renggang dengan pasangan, dan hal tersebut masih berlanjut hingga sekarang, berikut 6 cara yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya.

6 Cara Memperbaiki Hubungan yang Renggang

1. Berdoa

berdoa
Image source: Pixabay.com

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan adalah berdoa.

Mengapa?

Karena doa adalah senjata mukmin. Jika Anda merasa diri Anda adalah orang beriman, Anda harus menjadikan doa sebagai andalan utama dalam memperbaiki hubungan Anda dan pasangan.

Doa apa yang dipanjatkan?

Salah satunya adalah doa sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sebagai berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ : اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Rasulullah ﷺ pernah berdoa sebagai berikut: ‘Alloohumma ashlih lii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ash-lih lii aakhirotiillatii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin‘ [Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng (ishmah) urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!] (HR. Muslim)

Di dalam doa di atas terdapat frasa “…perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku”. Hubungan suami-istri termasuk urusan dunia, sehingga apabila kita memohon agar Allah SWT memperbaiki urusan dunia kita, maka itu juga mencakup doa semoga Allah memperbaiki urusan kita dengan pasangan suami/istri kita.

Doa lain yang dianjurkan untuk dibaca adalah doa sebagai berikut:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، يِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Wahai Tuhan yang Maha Hidup, wahai Tuhan yang Maha Berdiri Sendiri.

Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.

Perbaikilah untukku urusanku semuanya.

Dan janganlah Engkah serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekelip mata.

Doa di atas, menurut riwayat Imam al-Nasa`i, al-Bazzar, dan al-Hakim, adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ kepada putrinya Fathimah radhiyallahu ‘anha.

Dalam doa tersebut terdapat permohonan “Perbaikilah untukku urusanku semuanya”. Dengan berdoa menggunakan lafaz doa tersebut, berarti kita juga ikut berdoa semoga Allah Ta’ala memperbaiki hubungan antara kita dengan pasangan kita.

2. Minta Maaf Terlebih Dahulu

Minta maaf
Image source: Pixabay.com

Ingat apa hal yang memicu rusaknya hubungan Anda dengan pasangan? Jika itu merupakan kesalahan Anda, meminta maaflah. Bila itu merupakan kesalahan pasangan Anda, tetap minta maaflah.

Lho? Kok dia yang salah, saya yang meminta maaf?

Ya, Anda harus mulai meminta maaf. Minta maaflah karena Anda sebagai pasangan belum bisa menjadi pasangan yang baik untuknya. Bukankah sebagai manusia kita tak luput dari kesalahan?

So, walaupun hal yang memicu pertengkaran bukan berasal dari Anda, Anda tetap harus meminta maaf, demi kebaikan Anda berdua, juga keluarga besar Anda.

Jangan tunggu lebaran untuk mulai meminta maaf. Lakukan sekarang juga. Lebih cepat Anda meminta maaf, lebih baik.

3. Terima Permintaan Maaf darinya

terima permintaan maaf darinya
Image source: Pixabay.com

Berdasarkan pengalaman, apabila suami meminta maaf duluan, maka istri pada akhirnya juga akan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang ia lakukan.

Nah, apabila pasangan kita telah meminta maaf, maka maafkanlah kesalahannya.

Memaafkan di sini bukan sekedar memaafkan secara lisan, tapi juga memaafkan dari hati.

Jika lisan Anda memaafkan, tapi dalam hati Anda masih ada kebencian, berarti hati Anda masih belum memaafkannya.

4. Lakukan Kegiatan Bersama-sama

pasangan muslim berjalan bersama-sama
Image source: Pixabay.com

Bulan Ramadan adalah bulan yang kedatangannya hanya setahun sekali. Jadi, manfaatkanlah berbagai kegiatan yang ada di dalamnya sebaik-baiknya, secara bersama-sama.

Dengan melakukan berbagai kegiatan secara bersama-sama, akan meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan si dia.

Berikut daftar kegiatan di bulan Ramadan yang bisa Anda lakukan bersama-sama:

  • Sahur
  • Buka puasa
  • Salat tarawih di masjid
  • Berkunjung ke sanak saudara dan teman sejawat
  • Mengunjungi lembaga zakat untuk menyerahkan zakat mal
  • Menyerahkan zakat fitrah ke mereka yang berhak mendapatkan
  • Mengunjungi panti asuhan dan bersedekah kepada mereka
  • Menjenguk keluarga atau teman yang sedang sakit
  • Mendatangi majlis taklim

5. Berikan Pasangan Anda Hadiah yang Ia Suka

hadiah
Image source: Pixabay.com

Rasulullah ﷺ pernah bersabda,

تهدوا تحابوا

“Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. al-Thabrani)

Memberi hadiah kepada pasangan Anda akan membuat ia makin cinta kepada Anda.

Dengan makin cintanya ia, akan membuat hubungan semakin baik.

Dalam memberikan hadiah, pastikan hadiah yang Anda berikan adalah sesuatu yang ia sukai atau ia impikan selama ini.

6. Menyadari bahwa selama Hidup, Manusia tidak akan Luput dari Kesalahan

hubungan pasutri
Image source: Pixabay.com

Lima hal sebelumnya sudah Anda lakukan dengan baik dan hubungan Anda dan pasangan pun kian membaik.

Nah, apakah hubungan yang baik itu akan kekal selamanya?

Sayangnya, tidak. Pasangan Anda besar kemungkinan akan kembali melakukan hal-hal yang tidak Anda sukai. Pun, Anda kemungkinan besar juga akan demikian.

Oleh karena itu, sejak sekarang, tanamkan dalam pikiran, bahwa selama hidup, manusia tidak akan pernah luput dan kesalahan.

Jika pemikiran tersebut sudah tertanam dalam pikiran Anda, maka Anda akan menjadi berlapang dada dengan kesalahan-kesalahan yang dilakukan pasangan Anda.

Tentu saja, karena kesalahan ada levelnya, Anda tidak bisa menyamakan semua kesalahan.

Apabila kesalahan yang dilakukan pasangan Anda besar, seperti selingkuh misalnya, maka Anda tidak berlapang dada terhadap kesalahan tersebut.

Namun, apabila kesalahan yang dilakukan pasangan Anda adalah hal-hal yang remeh dan bukan kategori dosa besar menurut agama, seperti kentut di depan Anda atau ia mengeluarkan air liur saat tidur, maka bersikaplah lapang dada dan maafkanlah ia.

Allah SWT menyukai hambanya yang mudah memaafkan sesama.

Allah SWT berfirman dalam surah Ali ‘Imran ayat 134 (yang artinya):

“Orang-orang yang taat kepada Allah dan bertauhid, yaitu orang-orang yang mau mendermakan hartanya ketika masa aman dan ketika masa berperang. Mereka mampu menahan rasa marah dan mau memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang melakukan kebaikan semacam itu.”

Penutup

Demikian 6 cara memperbaiki hubungan yang renggang di bulan Ramadan.

Dengan melaksanakan 6 cara di atas, insya Allah hubungan kita dengan pasangan akan membaik dan kita bisa mewujudkan keluarga yang harmonis, bukan hanya di bulan Ramadan saja, tapi juga di bulan-bulan lainnya. Aamiin.(*)

keluargaramadan

Leave a Comment

Related Story