Cara Memperbaiki Hubungan yang Renggang di bulan Ramadan

Juni 3, 2017 by no comments Posted in Learning English

Ramadan adalah bulan penuh berkah, sudah sepatutnya diisi dengan berbagai ibadah, baik yang wajib maupun sunah.

Untuk melaksanakan berbagai ibadah di bulan Ramadan, sebenarnya gampang, karena suasana bulan Ramadan sendiri memang mendukung untuk hal itu.

Namun, seringkali, melakukan berbagai ibadah di bulan Ramadan menjadi hal yang sulit. Berdasarkan pengalaman, salah satu hal yang menyebabkan hal itu adalah karena adanya kerenggangan di dalam hubungan antara diri kita dengan pasangan.

Contoh:

Sahur adalah hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan bagi mereka yang akan berpuasa di bulan Ramadan. Mereka yang melakukannya akan mendapatkan pahala dan keberkahan.

Namun, bagi suami-istri yang hubungannya sedang renggang, bisa jadi akan mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas sahur.

Ketika istri bangun, dan ia masih merasa kesal dengan suami, maka ia cenderung akan memutuskan untuk menyantap hidangan sahur sendiri.

Begitu pula dengan suami, jika ia bangun lebih dahulu dari istri, maka ia cenderung akan memutuskan untuk melakukan aktivitas sahur sendiri.

Itu salah satu contoh dampak apabila suami-istri memiliki kerenggangan dalam hubungan di bulan Ramadan.

Kerugian nyata yang akan didapat oleh pasutri yang hubungannya renggang ialah satu sama lain tidak akan bisa memanfaatkan bulan Ramadan untuk beribadah dengan maksimal!

So, bagi Anda yang sudah terlanjur memiliki hubungan yang renggang dengan pasangan, dan hal tersebut masih berlanjut hingga sekarang, berikut 6 cara yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya.

6 Cara Memperbaiki Hubungan yang Renggang

1. Berdoa

berdoa
Image source: Pixabay.com

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan pasangan adalah berdoa.

Mengapa?

Karena doa adalah senjata mukmin. Jika Anda merasa diri Anda adalah orang beriman, Anda harus menjadikan doa sebagai andalan utama dalam memperbaiki hubungan Anda dan pasangan.

Doa apa yang dipanjatkan?

Salah satunya adalah doa sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sebagai berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ : اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Rasulullah ﷺ pernah berdoa sebagai berikut: ‘Alloohumma ashlih lii diiniilladzii huwa ‘ishmatu amrii, wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma’aasyii, wa ash-lih lii aakhirotiillatii fiihaa ma’aadii, waj’alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj’alil mauta roohatan lii min kulli syarrin‘ [Ya Allah ya Tuhanku, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng (ishmah) urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!] (HR. Muslim)

Di dalam doa di atas terdapat frasa “…perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku”. Hubungan suami-istri termasuk urusan dunia, sehingga apabila kita memohon agar Allah SWT memperbaiki urusan dunia kita, maka itu juga mencakup doa semoga Allah memperbaiki urusan kita dengan pasangan suami/istri kita.

Doa lain yang dianjurkan untuk dibaca adalah doa sebagai berikut:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ، يِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

Wahai Tuhan yang Maha Hidup, wahai Tuhan yang Maha Berdiri Sendiri.

Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.

Perbaikilah untukku urusanku semuanya.

Dan janganlah Engkah serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekelip mata.

Doa di atas, menurut riwayat Imam al-Nasa`i, al-Bazzar, dan al-Hakim, adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ kepada putrinya Fathimah radhiyallahu ‘anha.

Dalam doa tersebut terdapat permohonan “Perbaikilah untukku urusanku semuanya”. Dengan berdoa menggunakan lafaz doa tersebut, berarti kita juga ikut berdoa semoga Allah Ta’ala memperbaiki hubungan antara kita dengan pasangan kita.

2. Minta Maaf Terlebih Dahulu

Minta maaf
Image source: Pixabay.com

Ingat apa hal yang memicu rusaknya hubungan Anda dengan pasangan? Jika itu merupakan kesalahan Anda, meminta maaflah. Bila itu merupakan kesalahan pasangan Anda, tetap minta maaflah.

Lho? Kok dia yang salah, saya yang meminta maaf?

Ya, Anda harus mulai meminta maaf. Minta maaflah karena Anda sebagai pasangan belum bisa menjadi pasangan yang baik untuknya. Bukankah sebagai manusia kita tak luput dari kesalahan?

So, walaupun hal yang memicu pertengkaran bukan berasal dari Anda, Anda tetap harus meminta maaf, demi kebaikan Anda berdua, juga keluarga besar Anda.

Jangan tunggu lebaran untuk mulai meminta maaf. Lakukan sekarang juga. Lebih cepat Anda meminta maaf, lebih baik.

3. Terima Permintaan Maaf darinya

terima permintaan maaf darinya
Image source: Pixabay.com

Berdasarkan pengalaman, apabila suami meminta maaf duluan, maka istri pada akhirnya juga akan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang ia lakukan.

Nah, apabila pasangan kita telah meminta maaf, maka maafkanlah kesalahannya.

Memaafkan di sini bukan sekedar memaafkan secara lisan, tapi juga memaafkan dari hati.

Jika lisan Anda memaafkan, tapi dalam hati Anda masih ada kebencian, berarti hati Anda masih belum memaafkannya.

4. Lakukan Kegiatan Bersama-sama

pasangan muslim berjalan bersama-sama
Image source: Pixabay.com

Bulan Ramadan adalah bulan yang kedatangannya hanya setahun sekali. Jadi, manfaatkanlah berbagai kegiatan yang ada di dalamnya sebaik-baiknya, secara bersama-sama.

Dengan melakukan berbagai kegiatan secara bersama-sama, akan meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan si dia.

Berikut daftar kegiatan di bulan Ramadan yang bisa Anda lakukan bersama-sama:

  • Sahur
  • Buka puasa
  • Salat tarawih di masjid
  • Berkunjung ke sanak saudara dan teman sejawat
  • Mengunjungi lembaga zakat untuk menyerahkan zakat mal
  • Menyerahkan zakat fitrah ke mereka yang berhak mendapatkan
  • Mengunjungi panti asuhan dan bersedekah kepada mereka
  • Menjenguk keluarga atau teman yang sedang sakit
  • Mendatangi majlis taklim

5. Berikan Pasangan Anda Hadiah yang Ia Suka

hadiah
Image source: Pixabay.com

Rasulullah ﷺ pernah bersabda,

تهدوا تحابوا

“Saling memberi hadiahlah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. al-Thabrani)

Memberi hadiah kepada pasangan Anda akan membuat ia makin cinta kepada Anda.

Dengan makin cintanya ia, akan membuat hubungan semakin baik.

Dalam memberikan hadiah, pastikan hadiah yang Anda berikan adalah sesuatu yang ia sukai atau ia impikan selama ini.

6. Menyadari bahwa selama Hidup, Manusia tidak akan Luput dari Kesalahan

hubungan pasutri
Image source: Pixabay.com

Lima hal sebelumnya sudah Anda lakukan dengan baik dan hubungan Anda dan pasangan pun kian membaik.

Nah, apakah hubungan yang baik itu akan kekal selamanya?

Sayangnya, tidak. Pasangan Anda besar kemungkinan akan kembali melakukan hal-hal yang tidak Anda sukai. Pun, Anda kemungkinan besar juga akan demikian.

Oleh karena itu, sejak sekarang, tanamkan dalam pikiran, bahwa selama hidup, manusia tidak akan pernah luput dan kesalahan.

Jika pemikiran tersebut sudah tertanam dalam pikiran Anda, maka Anda akan menjadi berlapang dada dengan kesalahan-kesalahan yang dilakukan pasangan Anda.

Tentu saja, karena kesalahan ada levelnya, Anda tidak bisa menyamakan semua kesalahan.

Apabila kesalahan yang dilakukan pasangan Anda besar, seperti selingkuh misalnya, maka Anda tidak berlapang dada terhadap kesalahan tersebut.

Namun, apabila kesalahan yang dilakukan pasangan Anda adalah hal-hal yang remeh dan bukan kategori dosa besar menurut agama, seperti kentut di depan Anda atau ia mengeluarkan air liur saat tidur, maka bersikaplah lapang dada dan maafkanlah ia.

Allah SWT menyukai hambanya yang mudah memaafkan sesama.

Allah SWT berfirman dalam surah Ali ‘Imran ayat 134 (yang artinya):

“Orang-orang yang taat kepada Allah dan bertauhid, yaitu orang-orang yang mau mendermakan hartanya ketika masa aman dan ketika masa berperang. Mereka mampu menahan rasa marah dan mau memaafkan kesalahan orang lain. Allah mencintai orang-orang yang melakukan kebaikan semacam itu.”

Penutup

Demikian 6 cara memperbaiki hubungan yang renggang di bulan Ramadan.

Dengan melaksanakan 6 cara di atas, insya Allah hubungan kita dengan pasangan akan membaik dan kita bisa mewujudkan keluarga yang harmonis, bukan hanya di bulan Ramadan saja, tapi juga di bulan-bulan lainnya. Aamiin.(*)

3 Tips agar Anda tetap Produktif saat Bekerja dari Rumah

April 24, 2017 by no comments Posted in Learning English

Bekerja dari rumah, mungkinkah? Ya, dengan dukungan teknologi yang ada saat ini, hal itu sangat memungkinkan.[no_toc]

Walau demikian, tidak semua orang bisa atau mau melakukannya. Alasannya, menurut mereka, bekerja dari rumah membuat mereka tidak seproduktif sebagaimana saat mereka bekerja dari kantor.

Nah, melalui artikel ini, saya ingin membagikan 3 tips tentang bagaimana agar Anda tetap produktif walaupun bekerja dari rumah.

Berikut ke-3 tips tersebut beserta penjelasannya.

1. Sebelum Mulai Bekerja dari Rumah, Pastikan Jaringan Internet tidak Bermasalah

Masalah jaringan internet bisa menimpa siapa saja, termasuk mereka yang tinggal di kota-kota besar.

Seperti di kediaman orang tua saya di daerah Ciputat, Tangerang Selatan misalnya, di sana jaringan internet milik beberapa provider sangat lambat, bahkan terkadang saya tidak mendapat sinyal sama sekali, sehingga saya memutuskan untuk tinggal di daerah lain yang jaringan internetnya tidak bermasalah.

Entah mengapa jaringan internet di rumah orang tua saya bermasalah, padahal terletak di Tangerang Selatan yang notabene merupakan daerah strategis karena dekat dengan ibu kota Jakarta.

So, tips pertama agar Anda tetap produktif saat bekerja dari rumah ialah, jaringan internet di rumah harus bebas dari masalah.

[clickToTweet tweet=”Pastikan jaringan internet tidak bermasalah sebelum mulai bekerja dari rumah.” quote=”Pastikan jaringan internet tidak bermasalah sebelum mulai bekerja dari rumah.” theme=”style1″]

Sebab, jika Anda memutuskan bekerja dari rumah padahal jaringan internet di rumah Anda bermasalah, seperti kecepatannya lambat atau koneksi yang putus-nyambung, maka Anda tidak akan produktif—bukannya mengurusi pekerjaan utama, Anda justru malah dipusingkan dengan masalah internet!

internet bermasalah
Image source: pixabay.com

Apabila rumah Anda berada di daerah yang jaringan internetnya bermasalah, pilihannya ada tiga: Anda datang ke kantor dan bekerja di sana, Anda mendatangi co-working space terdekat dari rumah Anda, atau Anda pindah rumah ke daerah yang jaringan internetnya tidak bermasalah.

Nah, khusus untuk Anda yang memilih opsi ketiga, ada satu perumahan yang layak dipertimbangan untuk menjadi kawasan tempat tinggal Anda berikutnya, yaitu Cyberhome.

Apa itu Cyberhome?

Merujuk keterangan yang terdapat pada situs cyberhome.web.id, Cyberhome adalah suatu perumahan Indonesia pertama yang memiliki internet tercepat dengan kecepatan 100 Mbps—10 Gbps yang dapat menunjang seluruh kegiatan, baik dalam belajar, bekerja, bisnis, dan rekreasi.

Apa yang membedakan Cyberhome dengan perumahan lain?

[tp_table id=1 /]

Di mana lokasi Cyberhome?

Cyberhome saat ini berada di Tamansari Cyber Residence, Jl. Cyberpark Residence, Mulyaharja, Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat 16135.

Untuk info selengkapnya tentang perumahan ini, silakan kunjungi cyberhome.web.id.

Gallery Cyberhome

[soliloquy id=”651″]

2. Siapkan Ruang Kerja Khusus

Saat di rumah, walaupun Anda bisa bekerja di ruangan mana saja, Anda tetap harus menyiapkan sebuah ruangan yang Anda niatkan untuk digunakan secara khusus untuk bekerja.

Alasannya? Dengan menyiapkan ruangan khusus untuk bekerja, saat Anda ada di dalamnya, Anda akan terdorong untuk bekerja, bukan malah melakukan kegiatan-kegiatan lain yang tidak produktif.

So, tips kedua agar Anda tetap produktif saat bekerja dari rumah ialah, siapkanlah sebuah ruangan yang khusus Anda gunakan untuk bekerja!

[clickToTweet tweet=”Agar produktivitas terjaga, siapkan ruang khusus untuk kerja dalam rumah Anda!” quote=”Agar produktivitas terjaga, siapkan ruang khusus untuk kerja dalam rumah Anda!”]

Apa saja yang harus ada di ruangan tersebut?

Bagi pekerja bidang IT, keberadaan meja dan kursi adalah hal yang pasti, karena meja dibutuhkan untuk menaruh laptop dan kursi sebagai tempat duduk diri sendiri.

Namun, untuk Anda yang menginginkan ruang kerja yang bisa mendukung produktivitas Anda secara maksimal, berikut daftar benda yang saya sarankan agar diletakkan di ruang kerja Anda.

  • Laptop atau PC desktop;
  • Monitor tambahan;
  • Mouse dan keyboard wireless;
  • Baterai yang cocok untuk mouse dan keyboard wireless;
  • Meja kerja dan kursi ergonomis;
  • Meja laptop;
  • Headset dengan fitur peredam suara sekitar (noise-canceling);
  • Tanaman hijau;
  • Modem, printer, scanner, tempat sampah, dll;
  • Pintu yang bisa dikunci.

Setelah melihat daftar di atas, mungkin di antara Anda ada yang bertanya, mengapa benda ini perlu ada, mengapa benda itu harus ada? Oke, saya akan jelaskan satu per satu alasannya.

Laptop atau PC Desktop

 gambar laptop dan pc desktop
Image source: pixabay.com

Kenapa barang ini harus ada? Jelas, karena ini adalah barang yang utama. Tanpanya, kita tidak akan bisa bekerja.

Walaupun smartphone saat ini bisa menggantikan apa yang bisa dilakukan oleh laptop atau PC desktop, tapi ia tidak bisa diandalkan untuk digunakan bekerja dalam waktu lama.

Contoh:

Untuk Anda yang bekerja sebagai programmer atau web developer, saat ini sudah tersedia aplikasi code editor semacam DroidEdit, QuickEdit, dan Quoda Code Editor yang memungkinkan Anda menulis bahasa pemrograman dengan menggunakan smartphone.

Walau demikian, saya yakin bahwa mayoritas coder pasti lebih suka menulis bahasa pemrograman dengan menggunakan laptop atau PC desktop ketimbang menggunakan smartphone.

Mengapa?

Salah satu alasannya ialah karena smartphone memiliki layar yang kecil sehingga membuat coder tidak bisa melihat hasil codingan dengan lebih banyak. Juga, smartphone memiliki keyboard virtual yang kecil, sehingga kecepatan mengetik di smartphone tidak secepat saat mereka mengetik di keyboard yang biasa mereka gunakan.

coding di depan komputer
Image source: unsplash.com

Contoh lain:

Untuk Anda yang bekerja sebagai digital marketer, saat ini sudah tersedia aplikasi Google Analytics dan Facebook Ads Manager, sehingga Anda bisa melakukan pengecekan jumlah pengunjung website dan hasil iklan Facebook langsung di layar smartphone Anda.

Walau demikian, Anda tetap membutuhkan laptop atau PC desktop karena Anda merasakan bahwa melihat data Google Analytics dan Facebook Ads Manager lebih nyaman langsung di layar laptop ketimbang di layar smartphone.

Demikian alasan mengapa laptop atau PC desktop wajib ada di ruang kerja Anda.

Monitor Tambahan

Bagi sebagian orang, bekerja hanya dengan satu layar monitor tidaklah cukup. Bagi mereka, minimal harus ada dua layar monitor sehingga membuat mereka lebih produktif.

dual monitor
Image source: goodfreephotos.com

So, bagi Anda yang termasuk kategori ini, keberadaan monitor tambahan adalah keharusan.

Mouse dan Keyboard Wireless

Untuk Anda yang menyukai kerapihan, keberadaan mouse dan keyboard wireless adalah keharusan.

gambar mouse dan keyboard wireless
Image source: unsplash.com

Dengan adanya mouse dan keyboard wireless, meja kerja Anda akan menjadi lebih rapih dibandingkan jika Anda menggunakan mouse atau keyboard biasa (menggunakan kabel).

Dengan meja kerja yang lebih rapi, Anda akan menjadi lebih nyaman saat bekerja dan itu secara otomatis membuat Anda lebih produktif.

Baterai yang Berkualitas untuk Mouse dan Keyboard Wireless

Jika Anda memutuskan menggunakan mouse dan keywboard wireless, maka baterai yang berkualitas adalah hal yang harus juga Anda gunakan.

Mengapa? Sebab, apabila Anda menggunakan baterai yang tidak berkualitas untuk mouse dan keyboard wireless, maka baterai akan menjadi lebih cepat habis sehingga Anda harus sering mengganti baterai.

Dengan menggunakan baterai yang berkualitas untuk mouse dan keyboard wireless, Anda tidak perlu sering-sering mengganti baterai, sehingga waktu Anda tidak terbuang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu.

Meja Kerja dan Kursi Ergonomis

Meja kerja dan kursi egonomis, menurut pengertian saya pribadi, adalah meja dan kursi yang bisa kita atur agar kita bisa bekerja dengan senyaman mungkin.

Meja dan kursi egonomis itu seperti apa, sih? Berikut contohnya.

meja dan kursi ergonomis harus ada di ruang kerja Anda
Image source: vimeo.com

Pada gambar di atas, tampak sebuah meja yang bisa diatur ketinggiannya, sehingga bisa digunakan untuk bekerja sambil duduk dan sambil berdiri.

Juga, tampak sebuah kursi yang bisa diatur ketinggiannya, sehingga orang yang duduk di atasnya bisa menyesuaikan ketinggian kursi untuk mendapatkan posisi ketinggian yang nyaman.

Meja Laptop

Meja laptop yang saya maksud di sini berbeda dengan meja ergonomis yang saya sudah jelaskan sebelumnya. Meja laptop yang saya maksud di sini adalah meja laptop yang bisa kita gunakan untuk mengatur ketinggian laptop, sehingga layar laptop bisa menyesuaikan dengan jarak pandang kita.

Selain itu, ketika Anda minum di meja kerja, dan kebetulan ada sebagian cairan yang tumpah, apabila Anda menggunakan meja laptop, maka laptop Anda akan selamat dari tumpahan tersebut.

Contoh meja laptop yang saya maksud adalah sebagai berikut:

gambar meja laptop
Image source: coolermaster.com

Headset dengan Fitur Peredam Suara Sekitar (Noise-Canceling)

Jika Anda berada di rumah dengan lingkungan yang bising, maka Anda memerlukan headset yang memiliki fitur noise-canceling (mampu meredam suara sekitar). Gunanya, agar Anda bisa bekerja dengan suasana yang lebih tenang. Jika Anda lebih menyukai bekerja dalam suasana yang tenang, memiliki headset jenis ini adalah suatu keharusan.

Tanaman Hijau

Tanaman hijau harus ada di ruangan kerja Anda karena ia bisa membantu meningkatkan produktivitas Anda.

tanaman hijau di atas meja kerja
Image source: unsplash.com

Di antara Anda mungkin ada yang memiliki pertanyaan seperti ini…

Dari mana Anda tahu bahwa tanaman bisa membantu meningkatkan produktivitas?

Ya, saya tahu karena saya membaca sebuah penelitian tentang hal itu.

Menurut Marlon Nieuwenhuis, seorang peneliti dari Cardiff University, tanaman hijau di area perkantoran dapat memberikan efek positif bagi kesehatan dan semangat kerja karyawan. Lebih lanjut menurutnya, keberadaan tanaman hijau ternyata dapat meningkatkan nilai produktivitas pegawai sebesar 15 persen. Alasannya, karena tanaman berklorofil rutin melakukan proses fotosintesis dengan menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Hasilnya, lingkungan sekitar akan terasa lebih segar dan tidak pengap sehingga semangat karyawan dalam bekerja pun meningkat (cardiff.ac.uk/news/view/47147-flower-power).

Modem, Printer, Scanner, Tempat Sampah, dll

Modem tidak usah ditanya mengapa ia harus ada di ruangan kerja. Adapun printer, scanner, dan tempat sampah serta barang-barang lainnya hendaknya ada di ruangan kerja jika memang Anda membutuhkannya.

Pintu yang Bisa Dikunci

Ruangan kerja Anda harus memiliki pintu yang bisa dikunci. Sebab, saat bekerja dari rumah, ada saat-saat tertentu di mana pada saat itu Anda membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi dan suasana yang bebas dari gangguan.

pintu yang bisa dikunci
Image source: pixabay.com

Dengan memiliki ruangan kerja yang memiliki pintu dan bisa dikunci, maka saat Anda sedang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi dan suasana yang bebas dari gangguan, Anda tinggal menutup pintu tersebut lalu menguncinya.

Contoh saat-saat dimana Anda membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi dan suasana yang bebas dari gangguan:

  • Saat melakukan wawancara dengan pelamar atau rapat dengan rekan kerja via Skype.
  • Saat melakukan brainstorming.
  • Saat deadline sudah di depan mata.

3. Buat Jadwal Kerja dan Beritahu Keluarga

Tips berikutnya ialah menetapkan jadwal kerja dan memastikan semua anggota keluarga yang tinggal di rumah Anda mengetahuinya.

Jangan sampai, saat Anda tengah bekerja, ada salah seorang anggota keluarga Anda yang menyetel musik dengan kencang di dekat ruangan Anda. Atau, saat Anda sedang bekerja, istri Anda mengajak untuk bercinta. #Ups 😘

Pokoknya, semua anggota keluarga harus tahu jadwal kerja Anda agar mereka turut membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi Anda untuk bekerja dari rumah dengan nyaman.

***

Demikian 3 tips yang bisa Anda lakukan untuk menjaga produktivitas Anda saat bekerja dari rumah.

Selamat mencoba!

4 Hal yang harus Diketahui sebelum Terjun ke Bisnis Online

April 7, 2017 by 3 comments Posted in Learning English

Pebisnis adalah orang yang sibuk. Saya sangat menghargai waktu Anda, karena itu, saya tidak akan berpanjang kata di sini.

Jika Anda adalah orang sudah menjalankan bisnis konvensional dan tertarik terjun ke bisnis online, maka di hadapan Anda sudah tersedia artikel yang tepat untuk Anda.

Silakan baca dan pahami baik-baik artikel ini sebelum Anda memutuskan terjun ke bisnis online.

Dan untuk Anda yang sama sekali belum pernah berbisnis konvensional, tapi ingin memulai bisnis dan menjadikan internet sebagai media pemasaran produk atau jasa Anda nantinya, maka artikel ini juga sangat saya rekomendasikan untuk dibaca.

Artikel ini saya susun berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Berikut adalah empat hal yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan terjun ke bisnis online.

1. Ketahui Ilmunya Terlebih Dahulu

Bisnis online adalah bisnis yang dijalankan secara online. Seperti halnya bisnis konvensional, maka bisnis online juga membutuhkan ilmu.

Nah, apa saja ilmu yang harus dipelajari untuk berbisnis online? Ada banyak, di antaranya ialah pembuatan website, pembuatan landing page, merancang sales funnel, Facebook Advertising, Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM) atau Google Adwords, Email Marketing, Affiliate Marketing, Social Media Marketing, dll.

Lantaran ada banyaknya ilmu yang diperlukan untuk menjalankan bisnis online, maka saran saya kepada Anda ialah pelajari ilmu tersebut secara satu per satu. Kuasai satu ilmu terlebih dahulu, baru beranjak ke ilmu yang lain.

Sangat tidak disarankan bagi Anda untuk mempelajari lebih dari satu ilmu dalam satu waktu, karena hasilnya pasti tidak maksimal. Mempelajari lebih dari satu ilmu dalam satu waktu ibarat mengejar dua kelinci dalam waktu bersamaan.

Apa jadinya jika Anda mengejar dua kelinci dalam waktu bersamaan?

Tidak ada satu pun kelinci yang berhasil Anda tangkap, bukan?

Jadi, ketahuilah ilmunya terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan terjun ke bisnis online.

Jika Anda sudah memiliki ilmu bisnis online, maka nanti Anda akan paham apa saja produk yang bisa dijual secara online, dan apa saja produk yang tidak bisa dijual secara online.

Hal ini nantinya bisa membantu Anda dalam menentukan bisnis online apa yang nantinya akan Anda jalankan.

Juga, dengan memahami ilmu bisnis online, Anda akan tahu bagaimana melakukan teknik pemasaran secara online sekaligus tahu berapa biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan teknik pemasaran tersebut.

Pengetahuan ini nantinya akan sangat membantu Anda dalam menentukan teknik pemasaran online apa yang nantinya akan Anda jalankan, dan menghitung berapa budget yang harus Anda siapkan untuk mengeksekusinya.

2. Ketahuilah Siapa Saja yang Memiliki Keahlian dan Pengalaman di Bisnis Online

Cara tercepat untuk menguasai suatu ilmu adalah belajar langsung kepada ahlinya.

belajarlah kepada ahlinya
Image source: pixabay.com

Oleh karena itu, jika Anda ingin menguasai ilmu yang Anda butuhkan untuk menjalani bisnis online, maka Anda harus belajar langsung dari orang yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang bisnis online.

[clickToTweet tweet=”Belajarlah suatu ilmu dari ahlinya agar Anda cepat menguasai ilmu tersebut.” quote=”Belajarlah suatu ilmu dari ahlinya agar Anda cepat menguasai ilmu tersebut.”]

Untuk bisa belajar langsung dari ahlinya, terlebih dahulu Anda harus tahu orang-orangnya.

Siapa saja yang memiliki keahlian di bidang bisnis online? Ada banyak. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Vatih Ibrahim (seorang praktisi bisnis online yang salah satu keahlian utamanya adalah SEO).
  • Iqbal Maulana (seorang praktisi bisnis online yang salah satu keahlian utamanya adalah Facebook Marketing).
  • Imanuel Ferryandi (seorang praktisi bisnis online yang salah satu keahlian utamanya adalah Google Adwords).
  • Fikry Fathullah (seorang praktisi bisnis online yang salah satu keahlian utamanya adalah Email Marketing).
  • Dewa Eka Prayoga (seorang praktisi bisnis online yang salah satu keahlian utamanya adalah Affiliate Marketing).
  • Slamet Prayitno (seorang praktisi bisnis online yang salah satu keahlian utamanya adalah Copywriting).
  • Cesar Rohedi (seorang praktisi bisnis online yang salah satu keahlian utamanya adalah manajemen toko online).
  • Dll.

Nama-nama di atas adalah nama-nama yang sudah tidak asing di dunia bisnis online. Silakan search nama-nama tersebut di Google, lalu follow akun media sosial mereka, gabung di channel Telegram yang mereka miliki, dan ikuti workshop atau webinar yang mereka adakan.

Dengan mempelajari ilmu bisnis online langsung dari ahlinya, dijamin Anda akan menguasai ilmu tersebut lebih cepat ketimbang Anda mempelajarinya secara otodidak.

Oh ya, selain belajar dari nama-nama di atas, Anda juga bisa belajar di tempat pembelajaran internet marketing seperti Dumet School.

Dumet School adalah lembaga kursus website, digital marketing, dan desain grafis yang berlokasi di Kelapa Gading, Grogol, Tebet, Srengseng, dan Depok.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Dumet School, silakan kunjungi situs resminya di www.dumetschool.com.

3. Ketahuilah bahwa Belajar itu Pasti Membutuhkan Biaya

belajar pasti membutuhkan biaya
Image source: shutterstock.com

Anda mental gratisan? Jika ya, segera buang jauh-jauh mental tersebut. Pasalnya, mental gratisan hanya akan menghambat Anda dalam menguasai ilmu bisnis online.

Mengapa mental gratisan bisa menghambat Anda untuk menguasai ilmu yang diperlukan untuk menjalankan bisnis online?

Alasan utamanya ialah karena untuk mendapatkan ilmu bisnis online itu tidaklah gratis.

Di internet memang bertebaran tutorial-tutorial tentang ilmu-ilmu yang diperlukan untuk menjalankan bisnis online.

Namun, tahukah Anda, bahwa tidak semua tutorial-tutorial tersebut bisa Anda terapkan?

Mengapa?

Sebab, dunia internet berkembang sedemikian pesat, sehingga teknik-teknik yang dahulu berlaku sekarang menjadi tidak lagi.

Contoh:

Tampilan Facebook Ads Manager tahun 2017 berbeda dengan tampilan Facebook Ads Manager tahun 2015. Bukan hanya tampilan, bahkan fiturnya pun juga mengalami penambahan, sehingga jika Anda menonton video tutorial tentang Facebook Ads Manager produksi tahun 2015, maka jelas Anda tidak akan bisa mempraktikkan tutorial tersebut.

Contoh lain:

Tutorial link building yang mengajarkan blog comment di sembarang tempat adalah salah satu teknik SEO jaman dulu. Anda yang berada di jaman ini memang masih bisa menerapkan teknik tersebut, tapi hasil yang Anda dapatkan tidak sama seperti yang didapatkan oleh pemain SEO jaman dulu. Alih-alih mendapatkan peringkat bagus di SERP (Search Engine Result Page), justru website Anda akan terlempar ke halaman antah-berantah karena mendapatkan pinalti dari Google.

Oleh karena itu, sisihkanlah sebagian penghasilan Anda saat ini untuk digunakan belajar bisnis online langsung dari ahlinya.

Dengan belajar langsung dari ahlinya, Anda akan mendapatkan pengetahuan yang merupakan intisari dari pengalaman sang praktisi selama ini.

Dengan mendapatkan intisari dari pengalaman sang praktisi, Anda tidak perlu melakukan uji coba yang memakan waktu dan biaya.

Percayalah, mengalokasikan sejumlah uang untuk belajar bisnis online kepada ahlinya adalah salah satu bentuk investasi yang paling bermanfaat untuk masa depan Anda.

4. Ketahuilah bahwa Belajar saja tanpa Praktek adalah Sia-sia

Ini adalah hal sepele, sudah diketahui oleh banyak orang, tapi anehnya masih saja ada orang yang melakukannya. Mereka hanya belajar, tanpa mau praktik. Atau, mau praktik, tapi praktiknya sekedarnya saja. Kalau caranya seperti ini, dijamin orang itu selamanya tidak akan bisa menjalankan bisnis online dengan baik.

Nah, Anda jangan sampai seperti itu.

Tetapkan ilmu apa yang ingin Anda pelajari, belajarlah langsung dari ahlinya, dan praktikkan semua informasi yang Anda dapatkan dari sang guru, dijamin Anda akan menguasai ilmu dan mindset yang dibutuhkan untuk terjun ke bisnis online.

Dengan memiliki ilmu dan mindset yang tepat, peluang kesuksesan Anda akan menjadi lebih besar dibandingkan bila Anda terjun langsung ke bisnis online tanpa memiliki modal ilmu dan mindset yang benar.

Demikian 4 hal yang harus Anda ketahui sebelum memutuskan berbisnis online.

Jika Anda sudah memahami 4 hal di atas, tunggu apa lagi, ayo mulai bisnis onlinemu sekarang juga!

Selamat terjun ke bisnis online!

Title and Meta Description: How to Write it in the Right Way?

Maret 27, 2017 by no comments Posted in Learning English

I am assuming many of you had already understood what title and meta description is. However, some of you maybe still do not know it yet.

So, for those who does not know what title and meta description is, please read this article first.

For who already know what title and meta description is, but do not know how to write it in the right way, you are on the right page.

Through this article, I am going to sharing with you some tips to write title and meta description for your blog or your site, so that your blog or your site will be SEO friendly.

Here are the tips:

Tips to Write Title and Meta Description

1. Write your title and meta description sufficiently. Don’t write your title and meta description more than the limit. To test your proposed title and meta description, use title and description checker tools such as:

If you use WordPress.org, you can use Yoast plugin to do the same thing.

Yoast Plugin

2. Don’t repeat variations of the same keyword (keyword stuffing), such as “SEO Specialist, SEO Expert, Indonesian SEO Expert, Indonesian SEO Specialist and SEO Expert…” because it creates a bad user experience.

“No one wants to see keyword stuffing,” wrote Ramesh Ranjan in his article How to Write an Effective Meta Description (Yes, They Still Matter).

So, avoid keyword stuffing on title and meta description on your blog or site.

I personally, when I read title or meta description that written in a way like that, I feel annoyed because the writer had written for the search engine, not for human like me.

3. Write for the real people. This part is accentuation for the part before. Write for the person, not for the search engine. Write title and meta description as good as possible, so that your potential readers are easy to understand what topic that you are writing in your article.

4. Write unique title and meta description for every page. Don’t let your pages have the same title and meta description, but give every page a particular title and meta description.

I think that the four tips written in this article are enough for you to start writing your title and meta description in a right way. If you want more tips and suggestions, please visit the link below:

First Conditional Sentences and When We Use it

Maret 25, 2017 by no comments Posted in Learning English

I learned about first conditional sentences in a few days ago. I learned about it in English Live course from English First (EF).

I found the first conditional lesson in the 7-Intermediate level of English Live. I understand what it said in the course, but I still want to know more about the topic. So, to learn more about the first conditional, I looked for other English resources.

And here is the lesson about first conditional sentences that I found out from English Live and other English resources.

I write this article for myself so that I can learn English better, but if you want to learn about first conditional from this article as well, please do it. I hope you enjoy learning here.

Definition of First Conditional

English Language Centres in article “If – How to use the First Conditional” said that the first conditional is a structure that we use when we want to talk about possibilities in the present or the future.

The Structure of the First Conditional

First conditional sentences have two clauses. One clause of “if” clause has the word if + a condition + comma. The second clause or main clause is the result clause. It has a verb in the future with the modal will.

The Example of the First Conditional Sentences

  1. Hi, Annie. I am on the way. But, if I am late, I’ll call you.
  2. If we buy an electric car, it will help the environment.
  3. If the city changes to natural gas, air quality will improve.
  4. If it rains, I will stay home.
  5. If it is sunny tomorrow, we will have a picnic.
  6. If you come to the party, I will be excited.
  7. If I win the lottery, I will donate it,
  8. If you study hard, you will pass the exam.
  9. If we win the game, we will go abroad to celebrate.
  10. If the weather is good, I will play tennis.

If we put the main clause or the result clause first, then we don’t need the comma.

To make us more understand, let’s have a look at following examples:

  1. I will call you if I am late.
  2. Our teacher will be sad if we do not pass the exam.
  3. Air quality will improve if the city changes to natural gas.
  4. I will stay home if it rains.
  5. I will have a picnic if it is sunny tomorrow.
  6. I will be excited if you come to the party.
  7. I will donate if I win the lottery.
  8. You will pass the exam if you study hard.
  9. We will celebrate if we win the game
  10. I will play tennis if the weather is good.

I was excited enough because of the simple explanation from English Live and English Language Centres. But, when I found the article that written by Melanie, an English teacher who has a blog englishteachermelanie.com, I would be more excited.

Why? I would be more excited because Melanie wrote the description about first conditional in detail.

After reading Melanie’s explanation, I knew many examples of first conditional sentences and when to use it.

Melanie said that we could use the first conditional sentences when we talk about predictions, superstitions, plans, warnings, and threats.

Here are the detail explanations:

A. Predictions

A prediction is a statement you make about what you think will happen in the future.

You can use the first conditional sentence structure to say what you think will occur in a particular situation or when a specific event occurs.

For example:

  1. If you don’t hurry, you’ll be late for work.
  2. If you stay out in the rain too long, you’ll get sick.
  3. If you eat too much chocolate cake, you’ll get fat!
B. Superstitions

Superstition is a belief that an event or situation will bring good luck or bad luck.

  1. If you break a mirror, you will have seven years of bad luck!
  2. If you walk under a ladder, you will have bad luck!
  3. Hi, Jack! If you see money on the ground and pick it up, it will bring you good luck!
C. Plans

planning

You can use the first conditional sentence structure to make plans for the future if an event or situation happens first.

  1. If you go shopping tomorrow, I’ll go with you.
  2. If I see Andreansyah later today, I will tell him to call you.
  3. If you have an extra ticket, I’ll go to the concert with you.
D. Warnings and Threats

warnings

A warning is a statement about a possible problem or danger, whereas a threat is a statement that someone will harm you or cause problems for you if you don’t do what they want you to do.

  1. Slow down! If the police catch you speeding, you’ll get a ticket.
  2. If you don’t come to my birthday party, I’ll never speak to you again.
  3. If you say that again, I will hurt you.

Ok, I think the explanation about the first conditional in this article is enough. If you want more information about this topic, you can visit the URL below:

www.englishteachermelanie.com/grammar-the-1st-first-conditional/

Do you think there is a better description or explanation about the first conditional than what Melanie wrote on her website? Please let me know the information by writing it in the comments field.

Achieving Happiness and its Steps According to Islam

Maret 4, 2017 by no comments Posted in Learning English

Happiness. Happiness is a feeling which everyone need it, and achieving happiness is an action that people always do it. Nevertheless, sadly, most of the people do not know how to do it in the right way, including me.

Through this article, I do not mean to show you how to find the feeling of happiness, because I am not the guy who has the authority to do it. I am writing this for the purpose of reminding me of how to get it.

Happiness, according to a dictionary is ‘feeling and being satisfied.’ Because it is a feeling, if we want to know how to achieve it, we must ask the question to those who has the feeling or who has been achieving happiness.

So, the question is who are the people have been gaining the sense of the feeling?

If the question asked to me, I could not give the answer, and I think no body knows the answer as well. Therefore, let’s find out what the answer is according to Islam.

Ustadha Safiyya Bint Ahmed, the teacher who teaches the Islamic sciences and Arabic at Al-Zahra ‘Ilmiyyah Institute and Al-Arqam Academy at London, UK, wrote an article entitled “10 Steps to Happiness” and here are the ten steps to achieving happiness according to Islam:

Ten Steps to Achieving Happiness

  1. Seek the Pleasure of Allāh
  2. Be Thankful
  3. Satisfy Your Soul
  4. Avoid Worldly Comparisons
  5. Expect Only From Allāh
  6. Serve Others and Maintain Relations
  7. Get Adequate Rest and Organize Your Life
  8. Build a Support Group
  9. Eat Halal
  10. Keep Fit

If you want to know the explanation of the steps above in detail, please read the article’s Ustadha Safiyya Bint Ahmed.

Here is the link to the article:

http://muslimmatters.org/2012/04/12/10-steps-for-happiness/

I recommend all of you to read the article to get more useful information about how to achieve happiness according to Islam.

Finally, may Allah give guidance to all of us so we can achieve happiness in the world and the hereafter. Ameen.