Home » Profesi » Karyawan di Divisi Digital Marketing & Tugasnya
mengenal karyawan dalam divisi digital marketing

Karyawan di Divisi Digital Marketing & Tugasnya

Digital Marketing adalah upaya memasarkan produk atau jasa dengan memanfaatkan internet dan device yang terhubung dengannya. Contoh device di sini adalah komputer, laptop, dan smartphone. Adapun konten mencakup tulisan, gambar, dan video.

Dalam konteks perusahaan, pekerjaan digital marketing dilakukan oleh beberapa karyawan yang berada di dalam sebuah divisi bernama Digital Marketing.

Nah, apa saja karyawan yang biasanya ada di dalam divisi Digital Marketing dan apa saja tugas mereka?

Berikut ini beberapa di antaranya.

#1 – Digital Marketing Manager

digital marketing manager
Image by Getty Images Pro from Canva

Pemimpin divisi. Tugasnya memastikan perusahaan mencapai goal. Ia tidak harus menguasai semua skill dalam digital marketing. Paling tidak, ia mengetahui banyak hal, dan ada satu bidang digital marketing yang sangat ia kuasai.

Oh ya, satu hal lagi, karena ia adalah leader, maka ia harus tahu bagaimana memimpin tim dan membuat semua orang dalam tim mau bekerja sama bahu-membahu mewujudkan tujuan perusahaan.

#2 – SEO Specialist

seo
Image by Getty Images Pro from Canva

Mengerti Search Engine Optimization, baik secara on-page maupun off-page. Memiliki pengetahuan tentang website, bisa mengutak-atik kode HTML. Neil Patel dan Brian Dean adalah gurunya; content writer dan blogger adalah partnernya; optimasi halaman website dan membuat backlink adalah pekerjaan hariannya.

Tools yang biasanya digunakan oleh SEO Specialist:

  • Ahrefs
  • SEMrush
  • Google Analytics
  • Google Keyword Planner
  • Google Search Console
  • Google Sheet / Microsoft Excel
  • Moz
  • SimilarWeb
  • Yoast
  • Rank Math

#3 – Digital Ads Specialist

digital advertising
Image by Getty Images from Canva

Mengerti cara menggunakan layanan periklanan online terkenal seperti Google Ads dan Facebook Ads. Bisa membuat bermacam-macam iklan online, mulai dari iklan yang muncul di halaman hasil pencarian, hingga iklan yang muncul di blog, situs berita, gmail, YouTube, dan media sosial.

Bisa membuat iklan di sini maksudnya bukan sekedar bisa membuat iklan, tapi bisa membuat iklan yang tepat sasaran dan menarik.

Di sebagian perusahaan, terutama perusahaan yang budget iklannya besar, Digital Ads Specialist dipecah lagi menjadi Google Ads Specialist dan Facebook Ads Specialist. Jadi setiap platform periklanan dihandle secara khusus oleh satu orang.

Tools yang biasanya digunakan oleh Digital Ads Specialist:

  • Facebook Ads
  • Facebook Pixel Helper
  • Google Ads
  • Google Analytics
  • Google Tag Manager
  • Google Ads Editor
  • Tag Assistant

Oh ya, nama lain yang pekerjaannya persis dengan Digital Ads Specialist adalah Digital Ads Optimiser, Paid Traffic Specialist, dan Digital Advertiser.

#4 – Social Media Admin / Social Media Specialist

social media admin
Image by Getty Images Pro from Canva

Mengerti social media lebih dari orang lain pada umumnya. Tahu bagaimana membuat tulisan yang berpotensi viral, paham bagaimana merespons pertanyaan dan keluhan di media sosial. Pertumbuhan follower adalah fokusnya, tingkat kecepatan merespons adalah hal yang ia berusaha jaga, unlike dan unfollow adalah hal yang bisa bikin ia berduka.

Tools yang biasanya digunakan oleh Social Media Admin / Social Media Specialist:

  • Facebook
  • Hootsuite
  • Instagram
  • LinkedIn
  • Twitter
  • YouTube

#6 – Content Writer

Mengerti cara membuat artikel yang mudah dipahami pembaca. Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pedomannya. Google adalah alat bantunya. Melakukan riset sebelum menulis konten adalah ritual wajibnya.

riset sebelum menulis konten
Melakukan riset sebelum menulis adalah salah satu pekerjaan content writer.
Image source: Getty Images Pro/Canva

Di sebagian perusahaan, seorang content writer dituntut untuk juga mengerti tentang SEO, terutama dari segi on-page.

Tools yang biasanya digunakan oleh content writer:

  • Google Docs / Microsoft Word
  • Grammarly (kalau konten yang ditulis berbahasa Inggris)
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia Online > kbbi.kemdikbud.go.id
  • WordPress

#7 – Graphic Designer

graphic designer
Image by Jacob Lund from Canva

Menyukai bidang desain dan mengerti bagaimana menerjemahkan ide ke dalam bentuk visual. Piawai menggunakan Photoshop, Adobe Illustrator, dan beberapa tools desain lainnya. Memiliki pengetahuan tentang font dan kombinasi warna di atas rata-rata orang pada umumnya.

Dalam divisi Digital Marketing, tugas utama seorang graphic designer adalah membuat desain visual untuk keperluan Facebook Ads, Instagram Ads, Google Display Network, ilustrasi di artikel blog, website, dan landing page.

Tools yang biasanya digunakan oleh graphic designer”

  • Adobe Illustrator
  • Adobe Photoshop
  • Affinity Designer
  • Affinity Photo
  • Gimp
  • Inkscape

#8 – Email Marketing Specialist

pekerjaan email marketing
Image by Getty Images Pro from Canva

Menyukai aktivitas surat-menyurat, tentu saja surat modern alias email. Mengerti HTML dan CSS + copywriting supaya email yang diterima oleh orang yang di sana tampak menarik. Automation adalah hal yang disukainya. Email masuk inbox adalah targetnya. Email masuk spam folder adalah hal yang bisa bikin ia merana. Seorang Email Marketing Specialist sejati anti melakukan spam. Baginya, melakukan list building yang benar adalah keharusan, dan melakukan follow up haruslah elegan.

Tools yang biasanya digunakan oleh Email Marketing Specialist:

  • AWeber
  • Kirim.Email
  • MailChimp
  • GetResponse
  • ConvertKit

#9 – Web Analytics Specialist

Menyukai dunia angka dan data. Teliti adalah keharusan baginya. Google Tag Manager, Google Analytics, Google Tag Assistant, dan Facebook Pixel Helper adalah mainannya sehari-hari. Memastikan kode tracking sudah terpasang di website secara benar dan membuat laporan adalah tugas utama orang yang berada di posisi ini.

#10 – Web Developer

web developer
Image by Getty Images Pro from Canva

Mengerti HTML, CSS, dan Javascript. Tak ketinggalan pula dengan CMS sejuta umat: WordPress. Terkadang mengerti bahasa pemrograman seperti PHP dan yang lainnya. Membuat website, membuat landing page, memastikan website bisa diakses dengan baik, melakukan update, back up data adalah sebagian tugasnya.

Itu tadi beberapa karyawan yang biasanya ada di dalam divisi Digital Marketing.

Daftar di atas adalah posisi karyawan yang idealnya ada di divisi Digital Marketing di suatu perusahaan. Namun, karena setiap perusahaan kebutuhannya beda-beda, juga kemampuan finansialnya, maka terkadang bisa saja dua posisi atau lebih digabung menjadi satu posisi.

Sebagai contoh:

Saya pribadi dulu pernah bekerja sebagai content writer sekaligus social media admin.

Pernah juga dalam waktu yang bersamaan bertanggung jawab membuat iklan Facebook dan Google, sekaligus membuat landing page dan memasang tracking code-nya.

Bahkan juga pernah membuat website sekaligus bertanggung jawab meningkatkan posisi website tersebut di Google (Web Developer sekaligus SEO Specialist)!

Demikian pengalaman saya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, bisa diambil pelajaran bahwa memiliki lebih dari satu keahlian (skill) adalah berguna, supaya ketika perusahaan meminta kita mengerjakan hal di luar job desc, kita tetap bisa mengerjakannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + five =

Scroll to Top
Copy link