Pentingnya Menepati Janji: Pelajaran dari Dr Pepper

berani berjanji siap menepati

Bob Gilbrieth, seorang pakar marketing dalam buku The Next Evolution of Marketing menceritakan sebuah kisah yang menurut saya bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.


Pada bulan Maret 2008, seseorang dalam tim merek Dr Pepper merilis sebuah blog yang berjanji akan memberikan semua orang di negara itu sebuah Dr Pepper gratis kalau album Guns N’ Roses yang berjudul Chinese Democracy yang telah lama diundur ternyata dirilis sebelum akhir tahun.

Kelihatannya itu bukan usaha pemasaran resmi dari Dr Pepper, tapi kehebohan terlanjur terbangun, dan orang-orang mulai mengharapkan Dr Pepper gratis. Pada bulan Agustus 2008, Guns N’ Roses mengumumkan secara resmi bahwa albumnya akan sampai di toko pada bulan November, dan para blogger pun bertanya-tanya “Apakah Dr Pepper akan memenuhi janjinya?”

Pada saat itu, Dr Pepper adalah sebuah merek produk soda yang kalah bersaing dari Pepsi dan Coke. Produk pendatang baru seperti Red Bull dan Monster juga langsung menjadi kompetitor serius bagi Dr Pepper. Berita viral bahwa Dr Pepper akan dibagikan secara gratis membuat Dr Pepper berpeluang untuk kembali memimpin pasar produk minuman soda.

dr pepper
Gambar oleh Aaron Holmes dari Pixabay

Dr Pepper tampaknya siap memenuhi janjinya dengan memberikan pengumuman singkat bahwa orang harus mendaftar di website mereka dalam waktu 24 jam demi mendapatkan kupon soda gratis. Ketika orang-orang dengan patuh mengunjungi website merek tersebut, mereka menemukan bahwa servernya terus-menerus rusak sehingga banyak orang yang gagal mengakses website tersebut.

Sayangnya, Dr Pepper tidak berusaha menyelesaikan masalah pada server mereka dengan segera, tetapi malah memperpanjang masa promosi sampai hari berikutnya. Promosi yang diperpanjang dan website yang terus-menerus tidak bisa diakses membuat Dr Pepper meninggalkan kesan buruk kepada pelanggan dan calon pelanggannya.


Perusahaan harus memenuhi janjinya kepada semua orang: konsumen tetap dan calon konsumen.

Jika perusahaan tidak melakukan hal tersebut, citra perusahaan akan menjadi buruk.

Bagaimana jika citra perusahaan sudah buruk di mata konsumen?

Menurunnya penjualan > tidak ada pemasukan > tidak ada uang untuk menjalankan perusahaan > kebangkrutan

Mau seperti itu?

Makanya jangan berjanji kalau tidak yakin bisa menepati.

Atau dalam kata lain, berjanjilah hanya jika Anda memang sudah memiliki kemampuan untuk memenuhinya.

Terakhir, jika ada keinginan untuk menjanjikan sesuatu kepada siapa pun, termasuk kepada konsumen dan juga rakyat, ingatlah baik-baik perkataan Imam al-Zamakhsyari berikut ini:

أَمْرَانِ لاَ يَنْفَكَّانِ مِنَ الْكِذْبِ: كَثْرَةُ المَوَاعِيْدِ وَشِدَّةُ الاِعْتِذَارِ

Ada dua hal yang sulit terpisahkan dari kedustaan, yaitu obral janji dan banyak alasan.”

Semoga kita semua tidak termasuk ke dalam golongan manusia yang suka berjanji tapi tidak bisa menepati. Aamiin Yaa Rabba al-‘Aalamiin…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 4 =

Scroll to Top